Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Bupati Non-aktif Pekalongan Fadia Arafiq saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (19/8/2026
Bupati Non-aktif Pekalongan Fadia Arafiq saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (19/8/2026). (ANTARA/I.C. Senjaya)
0 Komentar

FADIA Arafiq membawa cerita tentang kekayaannya ke ruang sidang. Bupati Pekalongan nonaktif itu mengaku sudah hidup berkecukupan sejak belia. Ia menegaskan kekayaan tersebut bukan sesuatu yang baru muncul setelah dirinya menjadi bupati. Sejak kecil, keluarganya sudah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Fadia juga menyebut dirinya sejak lama memiliki pekerjaan di luar pemerintahan. Ia berprofesi sebagai penyanyi dangdut sekaligus menjalankan usaha.

“Alhamdulillah keluarga kami mampu dari saya kecil karena orang tua saya memang sudah mampu dari kami bayi. Dari kecil, lah, gitu. Dan saya pun juga penyanyi, pengusaha,” kata pelantun lagu Cik Cik Bum Bum itu.

Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK

Cerita soal latar belakang ekonomi itu disampaikan Fadia saat menjalani persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjeratnya di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (3/9/2026).

Fadia mengaku sempat khawatir penjelasannya soal kekayaan akan terkesan seperti kesombongan. Namun, penasihat hukumnya justru menyarankan untuk terbuka, biar publik tahu kemapanan ekonominya, bahkan sebelum menjabat bupati.

“Ini sekali lagi mohon maaf, saya di sini tidak ada niat untuk mempamerkan apa yang saya punya atau berniat sombong, tapi karena memang ini di pengadilan mau tidak mau,” ucapnya.

Unit Usaha Fadia dan Omzetnya

Fadia Arafiq membeberkan sejumlah usaha yang dijalankan dirinya dan keluarga. Bisnis itu mulai dari pakaian, showroom mobil, material bangunan, kolam renang, hingga pendapatan dari jasa hiburan.

Untuk bisnis pakaian, Fadia mengaku pernah memiliki sekitar 15 toko di Tanah Abang. Produk yang dijual antara lain daster serta baju dan mukena bermerek Arafiq yang juga dipasarkan melalui Sarinah.

Bawahan Fadia, Ismawan, yang bekerja sebagai kepala toko Juragan Daster Nusantara, membenarkan penjualan bisnis tersebut mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

“Penjualan naik turun Rp600 juta sampai Rp700 juta per bulan, Rp5 miliar sampai Rp9 miliar per tahun,” kata Ismawan saat dihadirkan sebagai saksi meringankan oleh Fadia, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Menurut Ismawan, hasil penjualan toko dilaporkan langsung kepada Fadia. Setoran dilakukan secara tunai dan dalam enam hari pertemuan bisa mencapai Rp100-an juta.

0 Komentar