WNA Rusia yang Hilang di Tebing Tanjung Mebulu Bali Ditemukan Meninggal Dunia, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah bule Rusia di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (26/9/20
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah bule Rusia di Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (26/9/2026). [Dok Humas SAR Bali]
0 Komentar

OPERASI pencarian terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial G. Artem (40) yang dilaporkan hilang di kawasan tebing Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah tebing pada Sabtu (26/9/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerima laporan hilangnya korban pada Sabtu pagi, bermula dari kecurigaan warga yang mendapati sebuah sepeda motor terparkir di area Tanjung Mebulu selama seharian penuh. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, unsur TNI, relawan, pecalang, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi.

Jejak Bau Menyengat dan Drone Thermal

Penyisiran awal sempat dilakukan menggunakan pemantauan udara dengan drone thermal di sepanjang bibir tebing. Titik terang akhirnya muncul menjelang siang hari ketika warga sekitar mencium aroma tidak sedap di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Setelah ditelusuri secara manual dan diperjelas menggunakan bantuan drone, jenazah korban ditemukan tersangkut di antara bebatuan karang di bawah tebing curam.

Medan yang sangat terjal serta kondisi air laut yang sedang pasang membuat proses evakuasi yang dimulai pukul 13.10 Wita berjalan penuh tantangan. Tim SAR harus menunggu air surut sebelum bergerak melalui jalur Pantai Nyang-Nyang untuk menjangkau titik korban.

“Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevakuasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut. Yang kedua, jalur yang sangat terjal dan bebatuan,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas Denpasar, Wahyu Sidhiarta.

Berkat kerja keras tim gabungan, jenazah G. Artem akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan pesisir Pantai Nyang-Nyang pada pukul 15.00 Wita. Korban selanjutnya dilarikan menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

0 Komentar