DINAS Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon kembali menggelar Festival Literasi Kota Cirebon yang berlangsung pada 27 hingga 29 Oktober 2026. Berpusat di Kantor Dispusip Kota Cirebon, acara yang terbuka untuk umum ini hadir dengan memadukan edukasi, kreativitas, hingga pengembangan ekonomi kreatif.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, Rabu (28/10/2026), fokus kegiatan diarahkan pada pengembangan kreativitas masyarakat serta dorongan bagi peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dispusip Kota Cirebon, Eka Purnomo Sidik, M.Pd., mengungkapkan bahwa rangkaian hari kedua dirancang khusus untuk membawa literasi ke arah yang lebih aplikatif dan berdampak ekonomi.
Baca Juga:Banjir MiliarTandyo Budi dan Maruli Simanjuntak Tukar Posisi: Dari KSAD ke Wakil Panglima TNI
“Dan hari kedua perbedaannya sekarang masuk ke literasi kreatif, literasi kreatif itu berarti bagaimana peluang-peluang usaha di dunia UMKM yang kita kembangkan, yang kita coba untuk diekspos lagi melalui Festival Literasi,” ujar Eka, Rabu (28/10/2026).
Pada hari kedua ini, ragam agenda menarik disuguhkan. Salah satunya adalah kelas merajut yang melibatkan masyarakat umum hingga Bunda Literasi dari tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Cirebon. Selain itu, hadir pula Dini Lestari, seorang penggiat komunitas, yang turut memperkaya sesi literasi kreatif.
Tidak hanya berfokus pada ekonomi kreatif, aspek pelestarian budaya juga menjadi sorotan utama lewat sesi pembahasan naskah kuno. Agenda ini bertujuan memperkenal kekayaan sejarah sekaligus menjaga warisan literasi masa lalu agar tetap dikenal dan relevan bagi generasi muda.
Awal Meriah dan Sarat Informasi
Sebelumnya pada hari pertama, Selasa (27/10), festival dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota bersama Sekretaris Daerah Kota Cirebon. Sederet tokoh dan pakar turut dihadirkan untuk mengisi sesi edukatif, mulai dari penulis dan penggiat literasi Riki Tagor hingga perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sesi talkshow pada hari pertama mengupas tuntas seputar literasi keuangan, ekonomi, hingga literasi ketenagakerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat umum.
“Jadi bagaimana peluang-peluang dunia usaha, dunia kerja itu dituangkan dalam bentuk talkshow. Dan pesertanya banyak mahasiswa dan banyak umum, dapatkan informasi itu,” terang Eka.
