Kapolri Soal Karhutla Indonesia: Ada Keterlibatan Pihak Asing

Kapolri Soal Karhutla Indonesia: Ada Keterlibatan Pihak Asing
Kapolri Suyudi Ario Seto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)
0 Komentar

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan korporasi atau perusahaan yang diselidiki aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan Suyudi usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Saat disinggung awak media apakah pihak asing yang dimaksud berasal dari negara tetangga, Suyudi membenarkannya.

Baca Juga:Banjir MiliarTandyo Budi dan Maruli Simanjuntak Tukar Posisi: Dari KSAD ke Wakil Panglima TNI

“Iya, ada negara tetangga. Oke terima kasih,” ujar Suyudi singkat di lokasi, Senin (19/10/2026).

Kendati demikian, jenderal bintang empat itu belum membeberkan secara detail mengenai bentuk keterlibatan pihak asing tersebut. Ia juga belum mau merinci lebih jauh ihwal asal negara maupun status korporasi asing yang disorot.

Di sisi lain, Polri terus memperketat penegakan hukum terhadap kasus karhutla. Hingga saat ini, Bareskrim Polri mencatat ada sebanyak 98 laporan polisi (LP) terkait korporasi yang terlibat karhutla telah naik ke tahap penyidikan (sidik).

Penyidik saat ini tengah mengumpulkan alat-alat bukti tambahan untuk segera menetapkan para tersangka dalam waktu dekat.

Kata negara tetangga

Dua negeri jiran, Malaysia dan Singapura sudah memberikan respons soal masalah kabut asap yang ditimbulkan dari karhutla di Indonesia.

Pemerintah Singapura mengirimkan surat pemberitahuan kepada tujuh perusahaan yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Melalui pemberitahuan berdasarkan Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas atau Transboundary Haze Pollution Act (THPA), ketujuh perusahaan diminta mengambil langkah penanganan dan pencegahan kebakaran.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengumumkan langkah tersebut dalam konferensi pers, pada Jumat (16/10/2026).

Baca Juga:Google Buka Akses Publik Global ke SynthID Detector untuk Verifikasi Konten AIMoskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut Pantau

Dikutip dari media Malaysia, Sinar Harian, Minggu (18/10/2026), Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa Malaysia tidak bisa tinggal diam melihat kebakaran hutan yang belum terkendali di Indonesia.

“Memang sulit. Tim Jepang sebelumnya juga tidak dapat berbuat banyak dan sudah kembali ke negaranya. Namun, kita sebagai negara yang terdampak tidak bisa hanya diam,” kata Mohamad.

Menurut dia, pemerintah Malaysia sedang mencari bentuk bantuan yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada jauh di wilayah pedalaman.

0 Komentar