Moskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut Pantau

Moskow Bantah Keras Isu Wabah Pes Tewaskan Teknisi Lab Siberia, Amerika Serikat Ikut Pantau
Darya Shipilova, yang bekerja di sebuah lembaga penelitian wabah di Siberia, meninggal pada malam tanggal 2 Oktober di sebuah rumah sakit regional di Shelekhov, Rusia. (Foto: Media Sosial)
0 Komentar

RUSIA membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.

Dilansir AFP, Senin (5/10/2026), laporan mengenai kematian Darya Shipilova (28), yang bekerja di sebuah institut antipes di wilayah Irkutsk, mencuat pada Jumat (2/10) lalu.

Kabar tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran setelah media People of Baikal, dengan mengutip sumber yang dekat dengan aparat keamanan regional, melaporkan Shipilova kemungkinan tertular pes pneumonik akibat tabung uji yang pecah.

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Sejumlah media lainnya juga melaporkan kemungkinan adanya kaitan antara kematian Shipilova dengan kecelakaan di laboratorium tempatnya bekerja.

Namun, Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan komisi ahli khusus menemukan penyebab kematian Shipilova adalah pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui.

“Rospotrebnadzor, setelah melakukan pemeriksaan, menetapkan bahwa tidak ditemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan profesional perempuan muda tersebut dalam sampel biologisnya,” kata Kobzev melalui Telegram.

Kobzev juga mengatakan tidak ada kasus baru staf institut antipes yang mencari pertolongan medis sejak kematian Shipilova. Dia memastikan kondisi epidemiologis di wilayah Irkutsk masih stabil.

“Situasi tetap berada di bawah kendali kami dan para ahli,” ujarnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, juga meminta masyarakat tidak mempercayai rumor terkait kasus tersebut.

“Percayalah pada pernyataan resmi Rospotrebnadzor, bukan… rumor dan spekulasi,” kata Peskov kepada wartawan.

AS Ikut Pantau

Baca Juga:Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBGDokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia

Pes merupakan penyakit akibat infeksi bakteri yang dapat muncul dalam beberapa bentuk, termasuk pes pneumonik. Jenis pes tersebut merupakan bentuk yang paling mudah menular dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengatakan Washington turut memantau perkembangan kasus tersebut. Rubio menyebut belum ada alasan untuk menimbulkan kekhawatiran besar, tetapi AS tetap mewaspadai kemungkinan penyakit tersebut menyebar.

“Jelas, perjalanan antara AS dan Rusia sangat terbatas, tetapi seperti hal lainnya, sesuatu seperti itu bisa menyebar dengan cepat,” kata Rubio kepada wartawan sebelum bertolak ke Islandia.

0 Komentar