PEMBUNUHAN Presiden John Fitzgerald Kennedy pada 22 November 1963 hingga kini masih menjadi salah satu misteri yang paling diperbincangkan. Selama beberapa dekade, teori konspirasi menyelubungi peristiwa tersebut, mulai dari soal motif, keberadaan penembak kedua, hingga upaya pemerintah AS menutup-nutupinya.
Pemerintah AS secara bertahap telah mendeklasifikasi ribuan dokumen terkait penembakan Kennedy. Hingga kini, disebutkan bahwa 99 persen dokumen terkait sang presiden sudah dirilis ke publik. Perilisan termutakhir dilakukan oleh Donald Trump yang kini tengah menjalani masa keduanya sebagai Presiden AS pada Selasa, 18 Maret 2025, waktu setempat.
Tak pelak, langkah Trump tersebut kembali memicu diskusi di seluruh dunia. Baik para ahli maupun peminat sejarah, kini tengah sibuk menguliti isi dokumen yang tebalnya lebih dari 63.000 halaman tersebut. Namun, sejauh ini, tampaknya tidak ada satu fakta yang bisa memberikan perspektif baru terkait pembunuhan Kennedy. Justru, dokumen-dokumen tersebut menguak informasi baru mengenai aktivitas CIA pada era Perang Dingin dulu.
Teori Konspirasi di Balik Pembunuhan JFK
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Komite Warren, yang dibentuk oleh Presiden Lyndon B. Johnson pada 1963, ditugaskan untuk menyelidiki pembunuhan Kennedy. Dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung, Earl Warren, komisi tersebut menyimpulkan dalam laporannya pada 1964 bahwa Lee Harvey Oswald bertindak sendiri dalam pembunuhan JFK.
Namun, para kritikus menilai komisi tersebut mengabaikan bukti penting dan terlalu bergantung pada badan intelijen yang mungkin memiliki konflik kepentingan. Konflik kepentingan yang dimaksud adalah bagaimana badan intelijen yang menginvestigasi kasus Kennedy dianggap terlibat di dalamnya. Komite tersebut juga dinilai gagal menjelaskan inkonsistensi kesaksian saksi dan analisis forensik secara memadai.
Keraguan ini memicu penyelidikan lebih lanjut. Salah satunya dengan dikerahkannya Komite Khusus DPR AS tentang Pembunuhan Kennedy pada 1979. Dari sini, muncul sebuah kesimpulan bahwa ada kemungkinan terdapat konspirasi di balik pembunuhan Kennedy. Namun, mereka juga tidak benar-benar berhasil menjelaskan konspirasi macam apa yang terjadi dan siapa saja yang terlibat.
Ketidakjelasan hasil investigasi pemerintah AS itu pun memantik berbagai teori liar yang berkembang luas di masyarakat. Ada yang menyebut bahwa Kennedy dibunuh karena menentang industri-militer. Ada pula yang mengatakan bahwa rencananya untuk menarik diri dari Vietnam menjadi sebab di balik pembunuhannya.
