Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama Indonesia

Dok: Wikimedia Commons
Dok: Wikimedia Commons
0 Komentar

Di kawasan Afrika, beberapa kota yang diselundupi CIA termasuk Johannesburg, Lagos, Nairobi, Pretoria, dan Rabat. Benua sekaliber Eropa juga tak lepas dari pantauannya, mulai dari Barcelona, Berlin, Bern, Bonn, Brussels, Copenhagen, Geneva, The Hague, Hamburg, Helsinki, Lisbon, London, Madrid, Milan, Paris, hingga Munich. Demikian juga dengan Oslo, Ottawa, Rome, Salzburg, Stockholm, Vienna, dan Zurich.

Adapun di Amerika Latin, hampir semua ibu kota besar tercatat dalam jaringan operasi CIA, termasuk Bogota, Brasilia, Rio de Janeiro, Buenos Aires, Caracas, Georgetown, Guatemala City, Guayaquil, Kingston, La Paz, Lima, Managua, Mexico City, Monterrey, Panama City, Port-au-Prince, dan Porto Alegre. Ini tidak mengejutkan mengingat AS sering melakukan intervensi dalam politik Amerika Latin selama Perang Dingin.

Apa Kata Sejarawan?

Secara umum, para sejarawan menanggapi perilisan terbaru dokumen Kennedy dengan skeptis. Menurut mereka, meskipun memberikan informasi krusial mengenai operasi intelijen Perang Dingin dan kerahasiaan pemerintah, dokumen-dokumen tersebut tidak menawarkan bukti pasti adanya konspirasi.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

“Saya ragu bahwa rilis ini akan mengubah pemahaman kita tentang apa yang terjadi pada hari yang mengerikan di Dallas itu,” kata Fredrik Logevall, sejarawan Harvard yang sedang mengerjakan biografi Presiden Kennedy dalam beberapa volume, kepada New York Times.

Mungkin butuh waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun bagi para ilmuwan untuk menganalisis hampir 2.200 dokumen, yang totalnya 63.400 halaman. Meskipun beberapa berkas mungkin menambahkan detail kecil pada catatan sejarah, kerahasiaan yang menyelimuti banyak dokumen memastikan bahwa perdebatan tentang pembunuhan JFK akan terus berlanjut.

Masih menurut Logevall, dokumen tentang Oswald menjadi temuan paling menarik. “Kami tahu dia bertemu dengan diplomat Kuba dan diplomat Soviet, dan punya rencana untuk membelot.”

“Jika dokumen tersebut memuat informasi yang lebih konkret tentang apa yang dikatakan, kepada siapa dia mengatakannya, dan apa yang dikatakan sebagai tanggapan, itu akan menjadi hal yang menarik dan penting secara historis,” tambahnya.

Memantik Deklasifikasi Lain

Diungkapnya berkas pembunuhan Kennedy telah memicu diskusi yang lebih luas tentang transparansi pemerintah AS. Sebagai tanggapan terhadap meningkatnya tekanan publik, Kongres AS telah membentuk satuan tugas baru untuk mengawasi deklasifikasi di masa mendatang.

0 Komentar