Salah satu pengungkapan paling signifikan dalam dokumen yang baru dirilis adalah tentang pengawasan CIA terhadap Lee Harvey Oswald, sosok yang akhirnya didakwa sebagai pembunuh Kennedy. Catatan yang sebelumnya dirahasiakan menunjukkan bahwa CIA telah memantau secara ketat aktivitas Oswald di Mexico City pada minggu-minggu menjelang pembunuhan tersebut.
Lewat dokumen yang baru dirilis, diketahui bahwa Oswald telah melakukan kontak dengan pejabat Uni Soviet dan Kuba, yang memicu kecurigaan tentang motif dan kemungkinan hubungannya dengan badan intelijen asing. Berkas tersebut menunjukkan, CIA memiliki banyak laporan tentang pergerakan dan interaksinya tetapi gagal merespons dengan langkah yang tepat. Ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang seberapa banyak yang diketahui CIA tentangnya, apakah CIA menganggapnya sebagai ancaman potensial, dan apakah ada keputusan yang disengaja untuk tidak melakukan intervensi?
Yang tak kalah penting, ada temuan yang menyebut bahwa ketidakpercayaan Kennedy terhadap CIA meningkat setelah invasi Teluk Babi gagal pada 1961. Dokumen yang dideklasifikasi mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap badan intelijen tersebut, khususnya mengenai tindakan rahasia mereka yang dianggap melemahkan otoritasnya. Ia secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya, dengan pernyataan terkenal bahwa dia ingin “memecah CIA menjadi ribuan bagian dan menyebarkannya ke seluruh penjuru angin”.
Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan
Berkas-berkas tersebut menjadi bukti yang menguatkan dugaan perpecahan antara Kennedy dan pejabat intelijen, serta tekadnya yang semakin kuat untuk melakukan reformasi di bidang tersebut. Ketegangan internal dalam pemerintahan AS selama masa jabatan Kennedy sekaligus menunjukkan bahwa, bisa jadi, konflik tersebut berperan besar terhadap pembunuhan sang presiden.
Selain itu, rilis tersebut memuat rincian, yang sebelumnya telah disunting, tentang teknik penyadapan dan pengawasan CIA. Ini memberikan pemahaman lebih mendalam tentang kemampuan pengawasan lembaga tersebut selama Perang Dingin. Salah satu dari ribuan dokumen mengungkap sesuatu yang disebut Memo Schlesinger, yang sudah lama menjadi misteri.
Memo Schlesinger mengungkap strategi pengumpulan intelijen yang sebelumnya tidak diungkapkan, termasuk penyadapan rahasia, taktik spionase, dan program pengawasan yang menarget tokoh politik dalam negeri dan aktor internasional. Berbagai strategi operasi tersebut berperan penting membentuk aktivitas intelijen Perang Dingin dan selanjutnya menggambarkan sejauh mana intervensi CIA dalam urusan global selama periode tersebut.
