Di persidangan, Tri menyebut saldo rekening Fadia sehari sebelum menjabat sebagai bupati mencapai puluhan miliar rupiah. Angka tersebut belum memasukkan surat berharga karena rincian aset tersebut belum diperoleh dari bank.
“Per 26 Juni 2021 itu jumlahnya Rp54,58 miliar,” kata Tri saat hadir sebagai saksi meringankan terdakwa Fadia.
Tri juga menemukan adanya sejumlah transaksi keluar yang belum bisa dihubungkan dengan penggunaan tertentu. Setelah Fadia menjabat bupati, pergerakan uang sempat meningkat, tetapi kemudian menurun.
Baca Juga:Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka SuaraSiapa Norman Arie Prayogo? Profil Warek III Unsoed yang Turut Diamankan KPK
Tri turut menganalisis rekening PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), perusahaan keluarga Fadia. Dari pergerakan rekening, ia melihat saldo perusahaan tersebut sering naik dan turun, termasuk transaksi masuk.
Tri juga menemukan adanya pergerakan uang antar-rekening atas nama Fadia dan Ashraff. Kondisi itu membuat transaksi keuangan keluarga dan rekening RNB terlihat saling berkaitan dalam pergerakannya.
Meski demikian, Tri mengatakan transaksi yang tercatat dalam rekening pada dasarnya telah tervalidasi oleh bank. Namun, ada sejumlah transaksi yang tidak menunjukkan secara jelas asal dana karena rekening sumbernya tidak diperoleh.
Tri menyebut analisis tersebut dilakukan berdasarkan rekening yang berhasil dikumpulkan. Karena tidak seluruh rekening keluarga Fadia didapatkan, ia tidak bisa menggambarkan keseluruhan kondisi keuangan keluarga secara utuh.
Maksud Fadia di Balik Pamer Harta
Fadia Arafiq menegaskan penjelasannya soal kekayaan bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa kondisi ekonominya sudah mapan jauh sebelum dirinya menjadi Bupati Pekalongan.
Menurut Fadia, ia berasal dari keluarga berada dan sejak lama memiliki penghasilan sebagai penyanyi sekaligus pengusaha. Karena itu, aset dan usaha yang dimilikinya tidak semuanya muncul setelah dirinya menduduki jabatan sebagai kepala daerah.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi keuangannya setelah menjadi bupati tidak serta-merta semakin baik. Bahkan, Fadia menyebut kondisi keuangannya justru terbebani utang.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
“Bahwa jadi bupati ini malah tadi terakhir dijelaskan oleh bagian keuangan kita, keuangan saya malah minus, malah berhutang. Malah berhutang, saya terus terang,” ujar Fadia.
Fadia kemudian mengatakan keputusannya menjadi bupati bukan didorong keinginan mencari keuntungan finansial. Ia menyebut jabatan tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada daerah yang dipimpinnya.
