Investigasi Al Jazeera Bongkar Israel Perluas Wilayah di Gaza, Lebanon, dan Suriah

Peta Israel (IST)
Peta Israel (IST)
0 Komentar

Di Gaza, terdapat garis kuning resmi, tetapi citra satelit dan tanda lapangan menunjukkan adanya perluasan di beberapa titik.

Di Lebanon Selatan, peta resmi menunjukkan wilayah kontrol yang luas, namun citra satelit memperlihatkan operasi penghancuran di luar batas setelah gencatan senjata.

Sementara di Suriah Selatan, tidak ada peta resmi, tetapi keberadaan pos militer permanen dan operasi penyusupan berulang menunjukkan area operasi militer yang jauh lebih luas.

Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark

Namun investigasi ini juga menegaskan bahwa tidak semua aktivitas di luar garis resmi otomatis berarti kontrol permanen. Karena itu, investigasi membedakan tiga lapisan utama.

Yaitu wilayah yang secara resmi diumumkan Israel sebagai area kontrol, wilayah yang memiliki infrastruktur militer permanen atau pengaruh langsung, serta wilayah yang mengalami operasi penyusupan, penghancuran, atau aktivitas militer yang belum cukup untuk disebut sebagai batas resmi baru, tetapi menunjukkan meluasnya ruang operasi di lapangan.

Setelah seluruh lapisan itu digabungkan, investigasi memperkirakan wilayah yang berada di bawah kontrol militer Israel mencapai sekitar 1.000 kilometer persegi di tiga wilayah utama pasca-7 Oktober: Jalur Gaza, Lebanon Selatan, dan Suriah Selatan.

Angka tersebut tidak berasal dari satu sumber tunggal. Di Gaza dan Lebanon Selatan, perhitungannya didasarkan pada wilayah yang diumumkan sendiri oleh militer Israel, sedangkan di Suriah Selatan berasal dari estimasi geografis independen terhadap area pengaruh militer nyata di lapangan.

Jika digabungkan, luas wilayah itu setara dengan sekitar 5 persen luas Israel sebelum 7 Oktober, termasuk wilayah Palestina yang diduduki dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Apa makna peta akhir ini?

Makna utama dari investigasi ini bukan sekadar luas wilayah yang dikuasai, melainkan pola bagaimana wilayah-wilayah tersebut terbentuk.

Bukti di tiga wilayah menunjukkan pola yang berulang: kontrol dimulai dari garis resmi atau titik militer tertentu, lalu diikuti penyusupan lebih dalam, pembangunan infrastruktur militer permanen, atau operasi penghancuran yang melampaui batas resmi.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Meski wilayah tambahan yang berada di bawah kontrol militer Israel setelah 7 Oktober kini mencapai sekitar 1.000 kilometer persegi, dua bulan sebelumnya luas itu masih berada di bawah 500 kilometer persegi, sebelum Israel mengumumkan zona penyangga baru di Lebanon Selatan setelah kesepakatan gencatan senjata April 2026.

0 Komentar