PRESIDEN Prabowo Subianto meminta semua aparatur negara, mulai birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga jaksa, melakukan introspeksi diri. Prabowo mengingatkan bahwa seluruh fasilitas dan pangkat yang mereka sandang berasal dari uang rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di peresmian bendungan, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). Prabowo awalnya berbicara masalah bangsa yang harus dihadapi bersama. Ia meminta semua birokrat introspeksi diri.
“Masalah bagi bangsa Indonesia juga masalah bagi kita semua, saya minta kita introspeksi. Terutama para birokrat, ini banyak birokrat di sini yang saya lihat, ya. Birokrat introspeksi, kita semua introspeksi,” katanya.
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Prabowo kemudian secara khusus menyinggung pejabat di lingkungan TNI, Polri, dan kejaksaan. Ia menegaskan mereka merupakan pelayan rakyat sehingga tidak boleh melupakan asal-usul kewenangan yang dimiliki.
“Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi. Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa, ya? Di sana, iya. Pakai bintang juga kau di baju. Kau juga milik rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengaku bersyukur pemerintahannya telah mencatat sejumlah capaian dalam waktu singkat. Ia mengatakan berbagai keberhasilan tersebut diraih di tengah adanya perlawanan dari sejumlah pihak.
“Saudara-saudara, kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu yang singkat dengan perlawanan, perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor itu,” ujarnya.
Prabowo bersyukur dirinya sudah pensiun sebagai prajurit, sehingga tidak perlu menghadapi koruptor. Sebab, sudah Prabowo geram menghadapi para koruptor.
“Saya kadang-kadang, saya kadang-kadang bersyukur saya ini sudah pensiun. Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu, hhh, rasanya itu… Tapi harus sesuai prosedur hukum. Ya, kita laksanakan,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan hukum harus ditegakkan seadil-adilnya. “Kita, kita akan tegakkan hukum, Saudara-saudara. Dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja,” ujarnya.
