Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Logo Mossad
0 Komentar

BADAN Intelijen Pertahanan Pentagon (DIA) telah menaikkan tingkat ancaman spionase Israel ke level tertinggi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel terkait konflik di Timur Tengah.

Mengutip NBC News dan New York Times, penilaian tersebut telah diedarkan secara internal dalam beberapa pekan terakhir. Dokumen setebal tujuh halaman itu memuat grafik yang menilai kemampuan pengumpulan intelijen manusia dan teknis Israel “berada pada level kritis”.

Sejumlah pejabat tinggi AS menjadi sasaran dalam aksi mata-mata tersebut. Para pejabat yang menjadi target antara lain negosiator utama Presiden Donald Trump dalam pembicaraan dengan Iran yang bernama Steve Witkoff. Pejabat kebijakan Pentagon Elbridge Colby serta salah satu wakil utamanya Michael DiMino juga turut menjadi sasaran.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

Dilaporkan bahwa pejabat kontraintelijen AS kini semakin khawatir dengan aktivitas mata-mata Israel yang menargetkan negaranya. Aksi spionase ini diduga bertujuan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai pertimbangan pemerintahan Trump terkait masalah Iran dan Lebanon.

Laporan penilaian tersebut juga mengutip beberapa insiden spesifik namun para sumber menolak untuk mengidentifikasi kejadian tersebut. Seorang pejabat senior memberikan kesaksian mengenai agresivitas badan intelijen Israel sejak awal masa jabatan kedua Trump.

“Agresivitas layanan mata-mata Israel dalam mengawasi pejabat tinggi AS sejak awal masa jabatan kedua Trump sudah tidak terkendali,” sebut pejabat senior tersebut kepada New York Times, dikutip Senin (8/6/2026).

Aktivitas mata-mata antarnegara sekutu sebenarnya merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun aktivitas terbaru Israel kali ini dinilai telah melampaui batas kewajaran sehingga memicu peningkatan status ancaman.

Pihak Pentagon sendiri menolak memberikan komentar mengenai laporan ini. Di sisi lain seorang pejabat Gedung Putih menyatakan kepada NBC bahwa seluruh cerita tersebut adalah palsu.

Juru bicara Kedutaan Besar Israel di Washington juga membantah laporan itu dan menyebutnya bermotif politik. Pihak Israel menegaskan bahwa upaya intelijen mereka hanya ditujukan kepada musuh dan bukan kepada sekutu.

Laporan ini muncul di tengah meningkatnya gesekan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kedua pemimpin tersebut berselisih paham mengenai masalah Iran serta operasi militer Israel di Lebanon.

0 Komentar