Dispusip Kota Cirebon Gelar Lomba Resensi Buku Pelajar, Dorong Literasi Kritis dan Konten Kreatif

E-Flyer Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan (Foto: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Ko
E-Flyer Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan (Foto: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon)
0 Komentar

DINAS Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Cirebon kembali menggebrak dunia literasi pelajar lewat ajang Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan. Kompetisi ini disasar khusus bagi pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA guna mengasah kecakapan membaca, berpikir kritis, sekaligus memantik kreativitas di era digital.

Masa pendaftaran ajang ini resmi ditutup pada hari ini, Kamis (6/8/2026). Selanjutnya, rangkaian kegiatan akan berlanjut pada tahapan pembekalan khusus bagi para peserta yang lolos nominasi 60 besar pada Senin, 10 Agustus 2026 mendatang.

Kepala Dispusip Kota Cirebon, Mastara, menjelaskan bahwa perlombaan ini dirancang jauh melampaui sebatas kompetisi tulis-menulis konvensional. Ajang ini diproyeksikan sebagai instrumen pembentukan karakter literasi yang utuh bagi generasi muda.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

“Melalui lomba resensi buku ini, kami ingin mengajak para pelajar untuk tidak berhenti pada kegiatan membaca. Mereka juga diharapkan mampu memahami isi buku, menyampaikan pandangan secara kritis, serta menuangkannya dalam tulisan yang menarik dan orisinal,” ujar Mastara, Kamis (6/8/2026).

Menurut Mastara, batas akhir pendaftaran yang diberikan telah memberikan ruang optimal bagi para siswa untuk meracik ulasan terbaik dari koleksi buku perpustakaan sebelum memasuki fase penjurian dan pembekalan teknik penulisan lanjutan hingga penghujung Agustus ini.

Selain memperebutkan total hadiah bernilai jutaan rupiah, Dispusip Kota Cirebon berharap gelaran ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga piawai merangkkai gagasan sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Melalui perpaduan budaya literasi klasik dan sentuhan kreatif modern, para pelajar diharapkan mampu menjadi motor penggerak tradisi baca-tulis yang adaptif di lingkungan sekolah masing-masing.

0 Komentar