BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan klarifikasi atas pernyataan 94 korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal di pengungsian. Pernyataan itu dinilai bukan berarti para korban tersebut meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan pascagempa berkekuatan M 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan 94 korban meninggal dunia itu tidak terdampak langsung gempa bumi yang terjadi di Flores.
Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terpadu antara BNPB dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tujuh kabupaten terdampak, 94 korban meninggal tersebut tidak meninggal akibat trauma fisik langsung atau reruntuhan bangunan akibat gempa bumi.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Data dari tim medis menunjukkan, sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes melitus,” kata dia melalui keterangannya, Kamis (17/9/2026).
Berton memastikan, proses penanganan medis telah dilaksanakan secara maksimal di berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu. Pihaknya juga menyatakan bahwa pelayanan dasar dan kesehatan bagi para penyintas tetap terlaksana optimal.
Menurut dia, BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere sejak hari pertama gempa bumi terjadi. Bantuan medis, obat-obatan, termasuk peralatan lain yang dibutuhkan terus bergerak menjangkau pengungsi, baik terpusat maupun mandiri.
“Kami memohon maaf apabila dinamika informasi sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran dan spekulasi tertentu di masyarakat. Mari kita bersama memperkuat dukungan dan doa demi percepatan pemulihan saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur,” ujar dia.
Sebelumnya, BNPB mencatat terdapat 142 orang meninggal dunia akibat gempa bumi M 7,7 di Flores, hingga Selasa (15/9/2026). Dari total data itu, jumlah korban jiwa langsung akibat gempa bumi tersebut disebut hanya sekitar 48 orang.
“Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” kata dia saat konferensi pers secara daring, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis pukul 09.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut masih terus mengalami penambahan. Saat ini, total terdapat 147 orang yang meninggal dunia akibat bencana terjadi.
