HARI Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat semangat persatuan, serta menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada peringatan tersebut, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga berbagai elemen masyarakat biasanya menggelar upacara bendera secara serentak.
Dalam pelaksanaan upacara, terdapat pembacaan amanat oleh pembina upacara. Terkait hal itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia telah merilis pidato resmi yang dibacakan saat amanat pembina upacara.
Baca Juga:Draft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat HormuzMenkeu Amerika Serikat Umumkan Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun
Sebelum upacara dimulai sebaiknya panitia menyiapkan terlebih dahulu amanatnya agar kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar.
Berikut amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 resmi Kepala BPIP lengkap dengan susunan upacara yang dapat menjadi panduan dalam pelaksanaannya pada 1 Juni 2026.
Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi
PIDATOKEPALA BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA REPUBLIK INDONESIAPADA UPACARA PERINGATAN HARI LAHIR PANCASILA TAHUN 2026
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua,Om Swastiastu,Namo Buddhaya,Salam Kebajikan,Rahayu, Rahayu, Rahayu,Salam Pancasila!
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia. Tema yang diusung dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, namun demikian juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi. Pancasila adalah “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 (tujuh belas ribu) pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila adalah “jangkar moral” kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
