Sikap Politik PAN Berubah: Dukung Kaesang Nyaleg, Bersiap Usung Gibran pada Pilpres 2029?

Pengamat Sosial dan Politik Heru Subagia
Pengamat Sosial dan Politik Heru Subagia
0 Komentar

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, maju sebagai calon anggota DPR RI dari Dapil 5 Jawa Tengah memunculkan beragam respons politik.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bereaksi keras lantaran menganggap wilayah tersebut sebagai basis tradisional partai.

Sejumlah elite PDIP, termasuk Sekjen Hasto Kristiyanto, menyampaikan keberatan terbuka atas langkah Kaesang. Bahkan, Ganjar Pranowo turut memberikan tanggapan atas fenomena tersebut.

Fenomena Kaesang di “Dapil Neraka”

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Bagi sebagian kalangan, langkah Kaesang turun bertarung di Dapil 5 Jawa Tengah dinilai sebagai taruhan politik yang berani. Ia memilih masuk ke gelanggang yang selama ini dikenal sebagai salah satu kubu terkuat PDIP sekaligus arena persaingan yang sangat ketat.

Reaksi keras dari kubu banteng memperlihatkan bahwa pencalonan Kaesang tidak dibaca sekadar sebagai kontestasi rutin, melainkan tantangan langsung terhadap hegemoni politik yang telah mengakar lama di wilayah itu.

PAN Ambil Sikap Berbeda

Alih-alih ikut bersitegang, Partai Amanat Nasional (PAN) justru mengambil jalur moderat. Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay, secara terbuka menegaskan bahwa keputusan Kaesang adalah hak konstitusional setiap warga negara sepanjang memenuhi koridor aturan yang berlaku.

PAN memandang konstelasi Pemilu 2029, khususnya di kantong-kantong suara Jawa Tengah dan Jawa Timur, bakal berjalan jauh lebih sengit dibanding pemilu sebelumnya. Karena itu, gelanggang politik dinilai lebih elok jika diisi dengan persaingan sehat tanpa perlu saling serang.

Sikap akomodatif ini lantas dibaca para pengamat sebagai sinyal bahwa PAN sama sekali tidak memandang Kaesang sebagai musuh politik, melainkan mitra berkompetisi dalam ekosistem demokrasi.

Riwayat Mesra PAN dan Jokowi

Hubungan emosional dan politik antara PAN dengan Joko Widodo bukanlah cerita kemarin sore. Ikatan itu terjalin erat sejak kepemimpinan Jokowi di Solo hingga puncaknya pada Pilpres 2024.

Dalam forum Rakornas PAN menjelang Pilpres 2024, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bahkan secara simbolis menyematkan sebutan “Panglima Perang PAN” kepada Jokowi. Benang merah relasi yang dirajut bertahun-tahun ini diyakini publik masih terus terawat dan menjadi variabel penting dalam kalkulasi politik kedua belah pihak.

0 Komentar