Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 10 Korban Tambahan KM Virgo Transport 8, Total 51 Jenazah Terverifikasi

Pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan TNI AL (Foto: Dispen Koarmada 2 TNI AL)
Pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan TNI AL (Foto: Dispen Koarmada 2 TNI AL)
0 Komentar

TIM Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri kembali merilis perkembangan identifikasi korban insiden tragedi kapal KM Virgo Transport 8.

Sebanyak 10 jenazah korban berhasil diidentifikasi dan seluruhnya telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol. dr. Moch. Sofwan, dalam keterangannya di RS Bhayangkara, Rabu (30/9/2026) malam.

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

“Dengan ini jumlah jenazah yang berhasil teridentifikasi berjumlah 51 jenazah. Total yang diterima oleh RS Bhayangkara sebanyak 74 kantung jenazah,” ujar Kombes Sofwan.

Daftar 10 Korban Terbaru yang Teridentifikasi

Para korban yang baru saja teridentifikasi ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur:

  • Mohamat Sholeh (33 tahun) — Grobogan, Jawa Tengah
  • Gondham Prakoso (32 tahun) — Jombang, Jawa Timur
  • Doddy Soemarno (37 tahun) — Ngawi, Jawa Timur
  • Jevon Joechil Jotham (19 tahun) — Karanganyar, Jawa Tengah
  • Sutila (42 tahun) — Sumenep, Jawa Timur
  • Aman Rahmandana (19 tahun) — Oku Timur, Sumatera Selatan
  • Erna (60 tahun) — Tapin, Kalimantan Selatan
  • Yudi Arisandi (36 tahun) — Surabaya, Jawa Timur
  • Dana Hariyanto (38 tahun) — Boyolali, Jawa Tengah
  • Nasib (43 tahun) — Labuan Batu, Sumatera Utara

Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Tim DVI menjelaskan bahwa proses identifikasi puluhan jenazah ini dilakukan melalui metode ilmiah yang ketat, mencakup identifikasi data primer (seperti sidik jari dan DNA), data sekunder, ciri-ciri fisik khusus, rekam medis gigi (odontogram), serta pengenalan properti atau barang pribadi korban.

Hingga saat ini, tim gabungan masih bekerja secara maraton untuk menuntaskan pemeriksaan terhadap sisa kantung jenazah yang ada. “Saat ini kami terus bekerja untuk mengidentifikasi sisa 23 korban yang belum teridentifikasi,” pungkas Sofwan.

0 Komentar