Sederet Fakta ‘Pembajakan’ Pesawat Israel, Penusukan hingga Perkelahian Pilot

Jet FlyDubai (Giuseppe Cacace/Agence France-Presse — Getty Images)
Jet FlyDubai (Giuseppe Cacace/Agence France-Presse — Getty Images)
0 Komentar

DI tengah ketegangan yang masih berkecamuk di Timur Tengah, maskapai penerbangan Flydubai FZ1073 dari Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Tel Aviv, Israel, mengalami situasi darurat pada Rabu, 30 September 2026.

Pesawat sempat mengirimkan kode yang biasa digunakan untuk menandai potensi pembajakan sebelum akhirnya dialihkan dan mendarat di Tabuk, Arab Saudi. Insiden tersebut sempat memicu respons keamanan berskala besar dari pihak Israel. Jet tempur dikerahkan, sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama pejabat keamanan menggelar konsultasi darurat setelah komunikasi serta sinyal darurat dari pesawat menimbulkan kekhawatiran akan adanya aksi pembajakan.

Meskipun dinamika di dalam pesawat belum diketahui secara pasti, sejumlah laporan dari media berbahasa Ibrani, media internasional, dan ruang publik digital memberikan sedikit gambaran mengenai kronologi kejadian.

Berikut adalah rincian informasi yang berhasil dihimpun sejauh ini.

Pesawat Kirim Sinyal Ancaman Pembajakan

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

Flydubai FZ1073 yang membawa 174 hingga 180 penumpang lepas landas dari Bandara Internasional Dubai menuju Bandara Ben Gurion di Tel Aviv pada Rabu pagi, 30 September 2026, waktu setempat.

Pesawat tersebut merupakan penerbangan komersial Flydubai, maskapai asal UEA, sehingga bukan pesawat milik maskapai penerbangan Israel. FZ1073 sedang dalam perjalanan menuju Israel ketika kondisi darurat muncul saat pesawat berada di kawasan Yordania dan mendekati wilayah udara Israel.

Indikasi masalah mulai terdeteksi setelah transponder FZ1073 memancarkan kode darurat (squawk code) 7700.

Mengutip laporan Reuters, kode 7700 merupakan sinyal internasional yang digunakan pesawat untuk memberi tahu pengatur lalu lintas udara (air traffic control) bahwa sedang terjadi keadaan darurat umum.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dikutip Reuters, FZ1073 memancarkan kode tersebut saat terbang menuju Tel Aviv. Sinyal transponder pesawat kemudian berubah menjadi kode 7500 beberapa menit setelahnya.

Dalam dunia penerbangan sipil, kode 7500 digunakan untuk menandakan unlawful interference atau campur tangan ilegal terhadap penerbangan. Kode ini sangat erat kaitannya dengan indikasi pembajakan pesawat.

Kemunculan kode tersebut membuat pihak berwenang memperlakukan penerbangan FZ1073 sebagai potensi kasus pembajakan hingga informasi lebih terperinci diperoleh.

Pesawat Anjlok 4.572 Meter dalam Sekejap

0 Komentar