Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Logo Mossad
0 Komentar

Gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran sebenarnya telah dicapai pada awal April dan diperpanjang pada tanggal 8 Mei. Namun negosiasi kesepakatan yang lebih luas masih menemui jalan buntu terkait program nuklir Iran.

Pihak Israel secara terbuka mempertanyakan upaya diplomatik Trump tersebut dan Netanyahu justru mendorong tindakan militer baru. Pada saat yang sama Israel justru mengintensifkan operasi militernya di Lebanon sejak Maret lalu untuk melawan gerakan Hezbollah.

Trump awal pekan ini akhirnya mengakui laporan bahwa dirinya sempat memaki Netanyahu dalam percakapan telepon yang sengit mengenai aksi militer di Lebanon. Trump memberikan konfirmasi langsung mengenai umpatan kasarnya tersebut saat berbicara dalam acara siniar Pod Force One milik New York Post.

Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz

“Saya memang mengatakannya,” ujar Trump saat ditanya mengenai umpatan kasarnya kepada Netanyahu.

“Saya sedikit terganggu dengan tindakannya yang terus-menerus bertempur dengan Lebanon,” tambah Trump menjelaskan alasan di balik kemarahannya kepada pemimpin Israel tersebut.

Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa Trump menuduh Netanyahu telah membahayakan negosiasi AS dengan Iran. Hal ini terjadi karena Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon.

Trump sempat menyatakan pada hari Senin bahwa pemimpin Israel dan Hezbollah telah menyetujui gencatan senjata. Departemen Luar Negeri AS kemudian mengumumkan pada hari Rabu bahwa Israel dan Lebanon sepakat menjalankan gencatan senjata dengan syarat penghentian total serangan Hezbollah.

Namun pertempuran ternyata masih terus berlanjut pada minggu ini. Serangan Israel di Lebanon selatan dan timur bahkan telah menewaskan serta melukai puluhan warga sipil pada hari Kamis menurut otoritas kesehatan Lebanon.

Pihak Iran sebelumnya menegaskan tidak akan menyetujui kesepakatan permanen dengan AS jika masalah Lebanon tidak diselesaikan. Iran juga mengancam akan meninggalkan meja negosiasi jika serangan Israel terus berlanjut.

0 Komentar