Laporan The New York Times: Pentagon Diduga Rahasiakan Jumlah Tentara AS yang Terluka akibat Serangan Iran

The New York Times
The New York Times
0 Komentar

PENTAGON dilaporkan tidak mengungkap puluhan personel militer Amerika Serikat (AS) yang terluka dalam serangkaian serangan Iran di Yordania pada pekan lalu. Informasi itu terungkap melalui laporan The New York Times pada Senin (20/7/2026) yang mengutip sejumlah pejabat AS yang mengetahui operasi militer tersebut.

Menurut laporan tersebut, sebelum serangan Iran pada Jumat yang menewaskan dua prajurit AS dan menyebabkan seorang personel lainnya hilang di Yordania, Iran telah lebih dahulu melancarkan tiga serangan lain terhadap pangkalan militer AS di negara itu.

Ketiga serangan tersebut mengakibatkan puluhan personel AS terluka serta merusak sejumlah helikopter militer. Namun, Pentagon tidak mengumumkan serangan-serangan itu kepada publik, termasuk jumlah korban maupun kerusakan yang ditimbulkannya.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Laporan The New York Times menyebut, langkah Pentagon tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara kebutuhan menjaga kerahasiaan operasi militer dan kewajiban pemerintah memberikan informasi kepada publik terkait jalannya perang.

Dalam pernyataan resminya pekan lalu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) hanya menyebut serangan udara terhadap sasaran militer Iran dilakukan sebagai balasan atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. CENTCOM tidak menyinggung sama sekali serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan, termasuk di Yordania.

Seorang pejabat militer AS mengatakan, CENTCOM memang tidak diwajibkan mengumumkan setiap personel yang mengalami luka, terutama apabila mereka dapat segera kembali bertugas.

Pejabat militer lainnya beralasan, membuka informasi mengenai lokasi dan dampak serangan dapat membantu Iran meningkatkan akurasi serangan rudal balistik maupun drone terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah yang menjadi tempat penempatan ribuan personel militer Amerika.

Dengan alasan serupa, CENTCOM juga disebut menghentikan publikasi mengenai jumlah target di Iran yang diserang setiap hari.

Sejak gencatan senjata yang rapuh runtuh beberapa hari lalu, Pentagon juga dinilai sangat membatasi informasi mengenai strategi militer AS dalam perang yang telah berlangsung hampir lima bulan. Paparan resmi terakhir Pentagon mengenai perang tersebut dilakukan pada awal Mei.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga disebut tidak lagi mengungkap secara rinci dampak perang terhadap persediaan persenjataan strategis AS maupun kemampuan Iran mempertahankan dan membangun kembali kekuatan rudalnya.

0 Komentar