Isu korban di pihak militer AS juga menjadi perhatian. Kematian dua prajurit Angkatan Darat AS di Yordania pada Jumat serta seorang personel lainnya di Irak utara membuat jumlah tentara AS yang tewas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari mencapai 17 orang.
Sesuai protokol Pentagon, identitas personel yang gugur baru diumumkan setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi selama sedikitnya 24 jam. Sementara itu, identitas personel yang terluka umumnya tidak dipublikasikan.
Dalam pernyataan pada Sabtu, CENTCOM menyebut empat personel AS yang terluka akibat serangan Jumat telah dirawat di rumah sakit Yordania dan telah dipulangkan. CENTCOM juga menyatakan ada sejumlah personel lain yang mengalami luka ringan dan telah kembali bertugas, tetapi tidak menyebut jumlahnya.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Pernyataan tersebut juga tidak menyinggung korban luka dalam tiga serangan Iran sebelumnya di Yordania.
Dalam wawancara singkat dengan NewsNation, Presiden Trump menyatakan dua prajurit tersebut gugur “dalam tugas untuk negara” dan kembali menegaskan tujuan utama perang, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melalui media sosial menyatakan kematian dua prajurit tersebut justru akan memperkuat tekad Amerika dalam melanjutkan operasi militernya.
Menurut data CENTCOM, lebih dari 400 personel militer AS telah mengalami luka sejak konflik dengan Iran pecah. Pada awal perang, Pentagon secara berkala memperbarui jumlah korban luka yang telah kembali bertugas, tetapi dalam beberapa pekan terakhir pembaruan data tersebut dihentikan.
Pada pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, Pentagon umumnya menunda penyampaian informasi mengenai korban luka hingga seluruh keluarga telah menerima pemberitahuan resmi. Pada era Presiden Joe Biden, Pentagon masih secara rutin mengumumkan jumlah personel yang terluka akibat serangan kelompok-kelompok yang didukung Iran terhadap pangkalan AS di Suriah dan Irak.
Di pihak Iran, perang ini diperkirakan telah menewaskan lebih dari 1.700 warga sipil, berdasarkan sejumlah estimasi yang dikutip The New York Times.
