AWAK kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), Pertamina Pride dan MT Gamsunoro, menceritakan pengalaman mereka melintasi Selat Hormuz saat konflik geopolitik di kawasan Teluk Arab meningkat pada pertengahan tahun ini.
Second Officer Kapal Pertamina Pride, Rizqi Rafif, mengatakan, pelayaran di kawasan tersebut berlangsung dalam situasi yang penuh kewaspadaan. Bersama 22 awak kapal lainnya, Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli 2026 dan tiba di perairan Cilacap pada 24 Juli 2026.
“Kami sempat khawatir. Dalam situasi seperti itu muncul pertanyaan harus mengikuti pihak yang mana. GPS juga mengalami jamming. Bisa dibilang kami sangat beruntung dapat melewati semuanya dengan selamat,” ujar Rizqi dalam keterangan tertulis PIS, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Sementara itu, Third Officer MT Gamsunoro, Daryl Josua Makaminang, mengatakan, situasi perang sempat menimbulkan kekhawatiran bagi seluruh awak kapal. Menurut dia, Gamsunoro melintasi jalur selatan Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).
“Kami tentu cukup khawatir dengan situasi perang saat itu. Syukur kami dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat,” kata Daryl.
Menurut keterangan perusahaan, pelayaran melintasi Selat Hormuz memerlukan waktu sekitar delapan jam, termasuk sekitar empat jam di titik yang dinilai paling kritis. Selama pelayaran, awak kapal juga menghadapi gangguan terhadap sistem navigasi berupa GPS jamming yang menuntut kewaspadaan lebih tinggi.
Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Surya Tri Harto, mengatakan perusahaan terus memantau kondisi awak kapal sejak memasuki kawasan Teluk dan menempatkan keselamatan kru sebagai prioritas utama.
“Keselamatan seluruh awak kapal selalu menjadi prioritas utama kami, bahkan sebelum kargo dan aktivitas operasional,” ujar Surya.
Komisaris Utama PT Pertamina International Shipping, Anwar Saadi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut selama beberapa bulan terakhir dan mengkhawatirkan keselamatan para awak kapal.
“Selama beberapa bulan terakhir kami terus mengikuti perkembangan dan sangat mengkhawatirkan keselamatan para kru. Hari ini kami bersyukur melihat seluruh awak Pertamina Pride maupun Gamsunoro dalam keadaan sehat dan kembali dapat tersenyum,” ujar Anwar.
