Investigasi Al Jazeera Bongkar Israel Perluas Wilayah di Gaza, Lebanon, dan Suriah

Peta Israel (IST)
Peta Israel (IST)
0 Komentar

Jika dilihat secara geografis, pos-pos tersebut bukan titik-titik terpisah, melainkan membentuk sabuk militer yang membentang dari Gunung Hermon di utara hingga Sungai Yarmuk di dekat perbatasan Yordania di selatan.

Dengan memetakan area di sekitar pos-pos militer tersebut dan wilayah yang berada di bawah pengaruh langsungnya, investigasi memperkirakan area yang berada di bawah kontrol militer Israel di Suriah Selatan mencapai sekitar 235 kilometer persegi.

Namun angka itu bukan batas resmi yang diumumkan Israel, melainkan estimasi area pengaruh nyata berdasarkan keberadaan infrastruktur militer permanen di lapangan.

Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark

Meski demikian, pos-pos permanen itu belum menggambarkan keseluruhan situasi. Ada lapisan data lain yang memperlihatkan bahwa aktivitas militer Israel di Suriah Selatan jauh lebih luas.

Berdasarkan data ACLED, tim investigasi digital Al Jazeera memetakan lebih dari 800 operasi penyusupan yang dilakukan pasukan Israel di luar zona penyangga dan masuk ke wilayah Suriah antara 8 Desember 2024 hingga 16 Januari 2026.

Distribusi geografis dan temporal dari operasi-operasi tersebut menunjukkan bahwa jejak militer Israel di Suriah Selatan tidak bersifat statis atau terbatas di sekitar pos permanen, melainkan bergerak secara berulang di area yang lebih luas.

Salah satu operasi terdalam yang terdokumentasi mencapai sekitar 63 kilometer ke dalam wilayah Suriah, dekat Hutan Al-Jabiliyah di pedalaman Provinsi Daraa pada April 2025.

Dengan demikian, Suriah Selatan menghadirkan gambaran berbeda dibanding Gaza dan Lebanon Selatan. Di dua wilayah sebelumnya, analisis dimulai dari garis resmi lalu diuji dengan fakta lapangan.

Sedangkan di Suriah Selatan, peta justru dibentuk dari bawah ke atas: pos-pos militer permanen menciptakan area kontrol langsung, sementara operasi penyusupan berulang menunjukkan ruang operasi yang lebih luas.

Analisis tersebut menyimpulkan bahwa kehadiran militer Israel di Suriah Selatan telah berkembang dari sekadar pos tetap menjadi operasi penetrasi mendalam ke wilayah Suriah.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Estimasi 235 kilometer persegi menggambarkan area yang berada di bawah pendudukan militer langsung, sementara data lebih dari 800 operasi penyusupan menunjukkan ruang gerak militer yang jauh lebih luas.

Menuju satu peta

Setelah menelusuri ketiga wilayah itu, terlihat adanya kesenjangan antara batas resmi yang diumumkan dan aktivitas yang terpantau di lapangan.

0 Komentar