Investigasi Al Jazeera Bongkar Israel Perluas Wilayah di Gaza, Lebanon, dan Suriah

Peta Israel (IST)
Peta Israel (IST)
0 Komentar

Namun, peta tidak menceritakan seluruh kenyataan. Ketika tim investigasi beralih dari sekadar membaca garis di peta menjadi menelusurinya langsung di lapangan, muncul kesenjangan antara apa yang diumumkan secara resmi dan apa yang diperlihatkan citra satelit serta data lapangan.

Investigasi menggunakan citra satelit dan pemetaan lokasi blok-blok semen kuning yang dipasang tentara Israel di Jalur Gaza hingga awal Februari 2026.

Hasil analisis menunjukkan bahwa tanda-tanda tersebut tidak selalu berhenti di batas garis militer resmi yang diumumkan Israel, melainkan melampauinya di sejumlah wilayah, bahkan hingga ratusan meter dalam beberapa kasus.

Baca Juga:Marketplace Asing Bakal Wajib Punya Kantor Perwakilan di RI, Ini Kata MendagKemendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset 3 WNI di Konferensi Denmark

Makna blok-blok tersebut tidak hanya terletak pada lokasinya, tetapi juga pergerakannya. Pada 20 November lalu, Kantor Media Pemerintah Gaza mengumumkan bahwa pasukan Israel melakukan penetrasi ke wilayah timur Kota Gaza dan memindahkan tanda-tanda kuning ke arah barat, sehingga memperluas area kontrol sekitar 300 meter.

Langkah itu terjadi bersamaan dengan gelombang pengungsian warga Palestina dari kawasan Shujaiyah dan Tuffah.

Perubahan tersebut bukan sekadar detail kecil di tengah peta yang dipenuhi garis. Berdasarkan peta kesepakatan Oktober 2025, garis kuning mencakup sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza.

Namun persentase itu meningkat di beberapa wilayah, terutama di Gaza Utara dan Kota Gaza, di mana luas area yang dikuasai militer Israel bertambah dari 67,3 kilometer persegi menjadi 73,9 kilometer persegi, atau sekitar 54,7 persen dari total wilayah utara Gaza. Artinya, terdapat perluasan sekitar 4,7 persen.

Indikasi perluasan itu tidak berhenti pada tanda kuning semata. Perbandingan citra satelit yang diambil setelah gencatan senjata juga menunjukkan adanya operasi penghancuran bangunan di luar batas resmi yang diumumkan.

Salah satu perbandingan menggunakan citra satelit Planet memperlihatkan kawasan Shujaiyah pada 18 November 2025 sebelum operasi peledakan, lalu pada 13 Desember 2025 setelah penghancuran besar-besaran dilakukan.

Dengan demikian, Gaza bukan hanya memperlihatkan garis kontrol yang diumumkan secara resmi, melainkan juga memperlihatkan bagaimana garis tersebut diuji di lapangan.

Baca Juga:Luhut Minta Maaf ke Investor di Singapura soal Risiko Ekonomi RIFatah Pilih Komite Baru, Nama Marwan Barghouti hingga Yasser Abbas Mencuat

Israel memang telah menyatakan menguasai sekitar 200 kilometer persegi wilayah Gaza, tetapi citra satelit dan verifikasi geografis menunjukkan adanya aktivitas militer yang di sejumlah titik melampaui batas yang digambar dalam peta resmi mereka sendiri.

0 Komentar