Proyek E1 menjadi salah satu contoh paling jelas. Proyek yang berada di sebelah timur Yerusalem itu bukan hanya menyangkut pembangunan unit hunian baru.
Proyek tersebut berpotensi memutus hubungan geografis antara bagian utara dan selatan Tepi Barat, mengisolasi Yerusalem Timur dari lingkungan Palestina di sekitarnya, serta menggusur komunitas Badui yang tinggal di kawasan tersebut.
Karena itu, pemerintah Inggris menyebut proyek E1 sebagai ancaman langsung terhadap kemungkinan terbentuknya negara Palestina yang layak.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Faktor kedua adalah tekanan publik di Inggris yang membuat isu Palestina tetap menjadi bagian penting dalam ruang publik.
Sejak perang di Gaza dimulai, London dan sejumlah kota lain di Inggris menjadi lokasi demonstrasi besar yang melibatkan jutaan orang dalam beberapa tahun terakhir.
Gerakan tersebut tidak berhenti sebagai luapan emosi sesaat. Kampanye solidaritas Palestina melibatkan serikat pekerja, mahasiswa, akademisi, dokter, pengacara, jurnalis, hingga kelompok Yahudi yang menentang pendudukan.
Menurut Mahmud, gerakan tersebut berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari aksi massa dan demonstrasi, tekanan terhadap anggota parlemen, kampanye boikot dan penarikan investasi, hingga gerakan di kampus dan pemerintahan lokal.
“Palestina tidak lagi dianggap sekadar isu luar negeri,” kata akademisi yang juga dikenal sebagai ahli hukum humaniter internasional tersebut.
Partisipasi Generasi Z pada boikot produk Israel mencapai 50 persen. – (Tim Infografis)Isu Palestina, menurutnya, telah menjadi persoalan politik domestik yang memengaruhi pemilu, citra partai politik, serta kepercayaan sebagian besar pemilih terhadap pemerintah.
Mahmud juga menilai penghargaan perlu diberikan kepada para aktivis yang membayar harga pribadi dan hukum atas sikap mereka. Salah satunya adalah aktivis Palestine Action dan para pendukung yang menentang keputusan pemerintah Inggris untuk melarang gerakan tersebut.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
Menurut Amnesty International, lebih dari 3.300 orang ditangkap di seluruh Inggris dalam aksi protes damai menentang pelarangan Palestine Action. Lebih dari 1.200 orang di antaranya dikenai tuduhan berdasarkan undang-undang terorisme.
Dalam salah satu gelombang penangkapan, sekitar separuh dari mereka yang ditahan berusia 60 tahun atau lebih. Di antara mereka terdapat orang-orang berusia 70-an bahkan 80-an.
