Mengapa Mossad Disebut Terlibat Krisis Maroko?

Bendera Israel dan Maroko.
Bendera Israel dan Maroko.
0 Komentar

Kasus Ben Barka memperlihatkan seberapa jauh hubungan yang bermula dari Operasi Yachin telah berkembang. Dalam beberapa tahun, persoalan emigrasi berubah menjadi pertukaran informasi dan kerja sama keamanan yang menyentuh kepentingan paling sensitif kedua negara. Semua itu berlangsung ketika Maroko dan Israel bahkan belum memiliki hubungan diplomatik resmi.

Dari Hubungan Rahasia Menjadi Kemitraan Terbuka

Memasuki dekade 1980-an, hubungan Maroko dan Israel mulai terbuka. Raja Hassan II berperan sebagai perantara antara Israel dan negara-negara Arab serta memfasilitasi sejumlah pertemuan tertutup.

Pada 1986, ia bahkan menerima Perdana Menteri Israel Shimon Peres di Ifrane, 160 km sebelah timur Rabat. Tempo, dalam laporan 2 Agustus 1986, menulis bahwa pertemuan itu menuai kecaman dari sejumlah negara Arab. Kedutaan Maroko di Beirut, Lebanon, menjadi sasaran demonstrasi, dan bahkan dirusak massa.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

“Mereka harus datang ke Marokko untuk diberi pelajaran tentang nasionalisme dan keberanian,” ujar Hassan, merespons kecaman yang ditujukan padanya.

Kedekatan dengan Israel makin terbuka ke publik pada pertengahan 1990-an, ketika kedua negara mendirikan kantor penghubung.

Namun, hubungan itu terputus setelah pecahnya Intifada Kedua pada 2000. Kerenggangan relasi itu bertahan selama sekitar 20 tahun, sebelum perubahan besar terjadi.

Pada Desember 2020, Maroko menormalisasi hubungannya dengan Israel melalui Abraham Accords yang difasilitasi AS. Hubungan yang selama puluhan tahun banyak berlangsung di balik layar kemudian berkembang menjadi kemitraan terbuka, terutama di bidang pertahanan dan keamanan.

Setelah melakukan investigasi, Middle East Eye melaporkan peningkatan tekanan terhadap sejumlah aktivis yang menentang normalisasi hubungan Maroko-Israel. Ponsel para jurnalis dan pembela HAM terkemuka Maroko, salah satunya Fouad Abdelmoumni, diretas lewat perangkat pengintai siber komersial buatan Israel, Pegasus. Hal itu membuktikan masuknya teknologi pengawasan Israel ke dalam perdebatan mengenai keamanan domestik kerajaan.

Persahabatan kedua negara kian erat pada November 2021, ketika Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz berkunjung ke Rabat dan bertemu Menteri Delegasi Pertahanan Nasional Maroko Abdellatif Loudiyi. Keduanya menandatangani nota kesepahaman pertahanan yang membuka kerja sama intelijen, pelatihan militer, pengadaan persenjataan, dan industri pertahanan.

0 Komentar