Migran yang tiba di pesisir Ceuta wilayah eksklave Spanyol di Afrika Utara, setelah berenang memutari pagar perbatasan antara Maroko dan Spanyol pada 30 Juli 2026. Lucía DIAZ / AFP
Helmy juga membawa AS ke dalam hipotesisnya. Hubungan Madrid dan Washington sempat menegang ketika Sánchez menolak penggunaan pangkalan Spanyol untuk operasi militer AS terhadap Iran. Pada saat sama, Washington berhubungan cukup dekat dengan Rabat. Rangkaian kepentingan tersebut membuat Helmy mempertimbangkan kemungkinan krisis Ceuta dieksploitasi oleh badan intelijen asing.
Persoalannya, sejauh ini tidak ada bukti terbuka yang menunjukkan Mossad atau CIA mengorganisasi pergerakan sekitar 72.000 orang menuju Ceuta.
Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
“Penilaian intelijen yang serius memerlukan bukti kemampuan, komunikasi, aliran keuangan, hubungan operasional, rekrutmen, aktivitas dunia maya, atau indikator lain yang menghubungkan lembaga tertentu dengan jaringan migrasi,” tulis Helmy.
Namun, dugaan kaitannya dengan Mossad tidak muncul tanpa latar belakang. Selama lebih dari enam dekade, intelijen Israel memiliki hubungan dengan aparat Maroko. Operasi Yachin, KTT Casablanca, kasus Ben Barka, hingga kerja sama keamanan setelah normalisasi, menunjukkan bahwa hubungan mereka cukup dekat.
Namun, preseden sejarah tidak dapat menjadi bukti untuk peristiwa berbeda. Kedekatan Maroko dan Israel menjelaskan alasan Mossad mudah muncul ketika krisis Ceuta meletus, tetapi belum membuktikan keterlibatannya. Hingga ada bukti operasional yang dapat diverifikasi, dugaan tersebut tetap sebatas hipotesis.
