Mengapa Mossad Disebut Terlibat Krisis Maroko?

Bendera Israel dan Maroko.
Bendera Israel dan Maroko.
0 Komentar

Maroko kemudian membeli berbagai sistem pertahanan Israel, termasuk Barak MX senilai sekitar 500 juta dolar AS dan pesawat nirawak Harop.

Bagi Maroko, kerja sama tersebut berkaitan erat dengan persaingan regional. Hubungannya dengan Aljazair, yang mendukung milisi Front Polisario dalam konflik Sahara Barat, terus memburuk.

Israel di sisi lain, memperoleh keuntungan strategis. Selain jadi “pelanggan” bagi industri pertahanannya, Maroko memberinya mitra penting di Afrika Utara. Pada Juli 2023, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat, isu yang selama puluhan tahun menjadi prioritas diplomasi Rabat.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Kemitraan pasca-2020 berbeda jauh dari hubungan pada masa Hassan II. Kerja sama yang dahulu dijalankan melalui pertemuan rahasia Mossad dan aparat Maroko kini mencakup hubungan diplomatik, pertahanan, teknologi, dan kepentingan geopolitik yang terbuka.

Kedekatan historis dan strategis inilah yang menjadi salah satu latar munculnya dugaan keterlibatan intelijen Israel ketika krisis Ceuta meletus pada 2026. Namun, hubungan dekat tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Mossad terlibat. Batas antara fakta, kepentingan geopolitik, dan spekulasi tersebut, menjadi persoalan berikutnya.

Benarkah Jejak Lama Mossad Sampai ke Ceuta?

Krisis Ceuta pada akhir Juli 2026 membawa hubungan lama Maroko dan Israel ke dalam spekulasi baru. Nadia Helmy, akademisi ilmu politik yang banyak meneliti China dan hubungan internasional, mengangkat kemungkinan keterlibatan Mossad dan CIA dalam analisisnya di Modern Diplomacy pada 2 Agustus 2026.

Helmy membangun hipotesisnya dari ketegangan politik antara Spanyol dan Israel. Sejak genosida di Gaza berlangsung, pemerintahan Pedro Sánchez menjadi salah satu pengkritik keras operasi militer Israel. Pada Mei 2024, Spanyol bersama Irlandia dan Norwegia mengakui negara Palestina. Madrid juga mendukung perkara Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional, membatasi perdagangan senjata dengan Israel, dan menolak sejumlah kapal yang membawa pasukan militer menuju Israel.

Di tengah hubungan kedua negara yang kian memburuk, krisis Ceuta berpotensi menambah tekanan politik terhadap Sánchez. Sebab, migrasi merupakan isu sensitif dalam politik domestik Spanyol. Dari rangkaian inilah Helmy membangun kemungkinan adanya motif Israel.

0 Komentar