Waspada Ancaman Megathrust Aceh-Andaman: BMKG Petakan Skenario Gempa M9,2 dan Tsunami Setinggi 10 Meter

Tangkapan layar. BMKG Ungkap 14 Zona Megathrust yang Kepung Indonesia, Potensi Magnitudo hingga M9,2(BMKG)
Tangkapan layar. BMKG Ungkap 14 Zona Megathrust yang Kepung Indonesia, Potensi Magnitudo hingga M9,2(BMKG)
0 Komentar

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan skenario terburuk ancaman bencana dari gempa megathrust pada segmen Aceh-Andaman, yang kekuatannya diprediksi dapat mencapai magnitudo 9,2 dan memicu gelombang tsunami besar.

Indonesia sebagai wilayah tektonik yang aktif diketahui memiliki 14 segmen megathrust—yakni zona subduksi tempat pertemuan lempeng tektonik pada kedalaman dangkal yang mampu menyimpan energi sangat besar.

Berdasarkan pemetaan BMKG, berikut rincian beberapa wilayah segmen megathrust utama beserta magnitudo maksimumnya:

Baca Juga:Siapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMMKantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa Digeledah Kortas Tipidkor Polri Terkait Dugaan Korupsi Perizinan PBG

  • Aceh-Andaman: M9,2
  • Jawa: M9,1
  • Mentawai-Siberut: M8,9
  • Mentawai-Pagai: M8,9
  • Enggano: M8,9
  • Nias-Simeulue: M8,7
  • Sulawesi Utara: M8,5

Skenario Terburuk Segmen Aceh-Andaman

Dalam skenario terburuk untuk segmen Aceh-Andaman, gempa berkekuatan M9,2 berpotensi memicu guncangan kuat hingga skala VIII MMI yang berisiko merusak struktur bangunan. Selain itu, guncangan ini juga berpotensi membangkitkan gelombang tsunami setinggi lebih dari 3 meter hingga mencapai di atas 10 meter di sepanjang garis Pantai Barat Sumatera.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa pemetaan potensi megathrust*ini bukanlah sebuah prediksi kapan bencana akan terjadi, mengingat ilmu pengetahuan hingga kini belum dapat memprediksi waktu pasti terjadinya gempa bumi.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir rawan, untuk meningkatkan langkah mitigasi mandiri. Beberapa hal penting yang perlu disiapkan meliputi:

  • Menyiapkan tas siaga bencana.
  • Mengenali jalur evakuasi serta titik kumpul yang aman.
  • Memastikan bangunan tempat tinggal memenuhi standar tahan gempa.
  • Mewaspadai guncangan gempa yang dirasakan lebih dari 30 detik (potensi memicu tsunami dalam waktu singkat) dan segera menjauhi pantai atau naik ke tempat yang lebih tinggi jika mendengar sirine peringatan dini.

Sebagai upaya perlindungan, BMKG saat ini telah mengoperasikan sebanyak 533 sensor seismograf serta sistem peringatan dini tsunami Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) guna mendeteksi dan menyebarkan informasi kebencanaan secara cepat kepada publik.

0 Komentar