Siapa Republikorp Group yang Bergerak di Industri Pertahanan Terjun ke Bisnis Media?

Norman Joesoef
Norman Joesoef
0 Komentar

NAMA Republikorp Group menjadi sorotan setelah PT Republik Media Anak Bangsa (RMAB), bagian dari Republikorp, terjun ke bisnis media melalui kerja sama strategis dengan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Sinergi Terang Abadi (STA).

Kesepakatan yang diteken pada 14 September 2026 tersebut mencakup ekosistem iNews, jaringan radio MNC, serta sejumlah platform digital.

Dalam keterbukaan yang diberitakan sejumlah media, RMAB disebut sebagai pihak pengakuisisi, meski nilai transaksi dan struktur kepemilikan akhirnya belum diungkap secara rinci.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Hal ini lantas menarik perhatian karena grup tersebut selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pertahanan. Perusahaan milik Norman Joesoef kini jadi magnet pemberitaan berkat aksi koorporasi terhadap MNC.

Laporan Berita Asing

Layaknya perusahaan yang bergerak di industri pertahanan, tidak banyak informasi terbuka soal Republikorp Group.

Namun sebuah media luar negeri bernama Hunterbook, pernah mengulas secara investigatif tentang Republikorp.

Melalui laman hntrbrk.com, Republikorp merupakan perusahaan perantara bagi Czechoslovak Group (CSG), perusahaan pertahanan asal Ceko. Hampir seluruh bisnis CSG di Indonesia mengalir dari Republikorp.

“Hampir seluruh bisnis CSG di negara tersebut tampaknya berjalan melalui satu perantara, yaitu Republikorp, sebuah perusahaan swasta Indonesia yang bergerak di bidang perdagangan senjata,” tulis dalam laman hntrbrk.com, dikutip di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Dalam laporan tersebut, Norman, selaku pemilik, juga disebut sempat ditunjuk sebagai CEO Czechoslovak Group Indonesia pada 2018. Namun, Hunterbrook menyebut referensi terhadap nama entitas tersebut kemudian menghilang.

Hunterbrook selanjutnya menelusuri sebuah transaksi saham pada perusahaan pertahanan Slovakia, Vývoj Martin, yang merupakan anak perusahaan CSG.

Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?

Dalam dokumen yang ditelusuri Hunterbrook, perusahaan bertempat Singapura bernama RDBSG pada 2021, membayar 410 ribu euro untuk memperoleh 24 persen saham Vývoj Martin. Namun, tiga tahun kemudian CSG disebut mengeluarkan sekitar 18 juta euro untuk mendapatkan kembali saham tersebut.

Dalam prospektus IPO CSG, transaksi tersebut disebut sebagai akuisisi senilai 24,4 juta euro dengan kebutuhan pengeluaran kas bersih sebesar 17,9 juta euro.

Hunterbrook pun mempertanyakan aliran dana dalam transaksi tersebut karena RDBSG disebut tidak memiliki hubungan yang diketahui dengan CSG ataupun perusahaan pertahanan Eropa lainnya.

0 Komentar