PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa dalam ilmu keprajuritan dan militer, faktor terpenting dalam memilih pasukan maupun anak buah adalah loyalitas serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.
“Kemampuan, iya. Tapi, ujungnya dikatakan yang paling penting adalah loyalitas, kesetiaan. Kesetiaan yang pertama adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan rakyat kita,” kata Prabowo dalam pidatonya pada acara Malam Puncak HUT ke-28 PAN di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.
Prabowo menjelaskan seorang pemimpin militer memang mempertimbangkan banyak aspek saat menyaring pasukannya. Namun, loyalitas tetap menjadi tolok ukur utama yang melandasi nilai perjuangan seorang prajurit.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Saudara-Saudara, di dalam ilmu tentara ilmu keprajuritan kalau kita melihat dan memilih pasukan, memilih anak buah, kita pertimbangkan berbagai hal,” ujar Prabowo.
Prabowo yang berlatar belakang militer mengenang motto keprajuritan yang ditanamkan para senior kepadanya sejak muda, yakni “disiplin adalah nafasku, kesetiaan adalah jiwaku, kehormatan adalah segala-galanya”.
Kendati demikian, dia mengingatkan bahwa nilai kesetiaan tersebut memiliki tantangan besar dalam pembuktiannya.
“Kesetiaan itu mudah diucapkan sulit dijalankan. Jadi, nilai perjuangan pun sulit untuk kita jaga,” tuturnya.
Meski tumbuh dari lingkungan militer, Prabowo menegaskan komitmennya dalam mendukung tatanan demokrasi dan agenda reformasi di Indonesia.
Dia menyatakan bahwa cita-cita membangun bangsa yang demokratis merupakan komitmen bersama.
“Cita-cita kita sama. Kita ingin demokrasi. Saya di tentara, saya mendukung reformasi, Saudara-Saudara,” tegas Prabowo.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
Kendati mendukung penuh demokrasi, Prabowo mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk waspada terhadap potensi pembajakan demokrasi.
Dia menilai hal itu mampu dilakukan oleh pihak-pihak pemilik modal yang memanfaatkan uang haram demi membeli kekuasaan dan memecah belah rakyat.
“Demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli mereka-mereka yang punya kekuatan ekonomi besar, mereka-mereka yang punya uang banyak, dan terutama mereka-mereka yang uangnya didapat dengan cara yang tidak halal,” ucap Prabowo.
