PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyiapkan penataan akses menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan kawasan pelabuhan perikanan tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penataan tidak hanya menyasar kawasan pelabuhan, tetapi juga jalur yang menghubungkan Gerbang Tol Ciperna dengan PPN Kejawanan. Infrastruktur pendukung seperti jalan, trotoar, penerangan hingga kebersihan kawasan menjadi bagian yang akan diperhatikan.
Menurut Dedi, akses menuju PPN Kejawanan memiliki peran penting karena kawasan tersebut ke depan tidak hanya diarahkan sebagai pusat aktivitas perikanan, tetapi juga dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan aktivitas ekonomi kelautan.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Kami ingin akses menuju PPN Kejawanan ini dibenahi secara menyeluruh. Mulai dari kondisi jalannya, trotoar, penerangan sampai kebersihan harus ditata sehingga kawasan pelabuhan memiliki akses yang representatif,” ujar Dedi di Cirebon, Kamis (17/9/2026).
Ia menyebut Pemprov Jabar akan menangani pembangunan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Sementara untuk ruas jalan nasional, koordinasi dengan pemerintah pusat akan dilakukan agar penataan akses menuju PPN Kejawanan dapat berjalan secara terpadu.
Dedi juga memastikan pembangunan infrastruktur tambahan dari arah Gerbang Tol Ciperna menuju PPN Kejawanan masuk dalam rencana Pemprov Jabar pada 2027, termasuk penataan trotoar di sepanjang jalur tersebut.
Selain pembangunan fisik, penataan kawasan juga akan diarahkan pada aspek ketertiban dan lingkungan. Dedi meminta agar bangunan liar yang berdiri di atas sungai maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran ditertibkan.
Menurutnya, keberadaan bangunan liar di atas aliran sungai dapat memicu persoalan lingkungan karena sampah maupun limbah berpotensi terbawa aliran sungai hingga akhirnya masuk ke laut.
“Penataan kawasan ini harus dimulai dari kebersihan dan ketertiban. Jangan sampai ada bangunan yang menutup atau berdiri di atas sungai, kemudian sampah dan limbahnya terbawa sampai ke laut,” katanya.
Untuk mendukung langkah tersebut, Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Barat agar penataan kawasan dari Gerbang Tol Ciperna hingga PPN Kejawanan segera dilakukan.
