Ia menargetkan kawasan sepanjang jalur tersebut mulai dibenahi dalam waktu dekat sehingga akses menuju pelabuhan dapat memberikan kesan yang lebih tertata sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Dedi menilai pengembangan PPN Kejawanan nantinya dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Menurutnya, peningkatan aktivitas perikanan di pelabuhan harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata bahari dan kawasan pesisir.
“Ketika sektor kelautan tumbuh, produksi perikanan meningkat dan industrinya semakin kuat, maka manfaatnya bisa diperluas. Tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi juga membuka ruang bagi pertumbuhan pariwisata,” tuturnya.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Sementara itu, berdasarkan data pengembangan PPN Kejawanan, kapasitas pelayanan pelabuhan diproyeksikan meningkat signifikan. Kapasitas yang sebelumnya melayani sekitar 241 unit kapal pada 2024 ditargetkan bertambah menjadi 500 unit kapal setelah seluruh proyek pengembangan rampung.
Peningkatan kapasitas tersebut juga diikuti target kenaikan produktivitas pelabuhan. Produksi perikanan yang sebelumnya berada di kisaran 5.600 ton per tahun diproyeksikan meningkat hingga mencapai 32.000 ton per tahun.
Dari sisi ketenagakerjaan, pengembangan PPN Kejawanan diperkirakan turut membuka lebih banyak kesempatan kerja. Jumlah tenaga kerja yang sebelumnya sekitar 2.900 orang ditargetkan meningkat menjadi 8.000 orang setelah pembangunan pelabuhan selesai.
Tidak hanya itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari PPN Kejawanan juga diproyeksikan mengalami peningkatan, dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp53 miliar.
