Siapa Republikorp Group yang Bergerak di Industri Pertahanan Terjun ke Bisnis Media?

Norman Joesoef
Norman Joesoef
0 Komentar

“Itu transaksi yang aneh,” tulisnya.

Berdasarkan laporan Hunterbrook, RDBSG tercatat sebagai perusahaan penyedia jasa konsultasi sumber daya manusia di Singapura. Perusahaan itu disebut tidak memiliki situs web dan tidak memiliki perwakilan yang diketahui selain pemilik tunggalnya, Irwan Bin Omar.

Irwan disebut pernah beroperasi menggunakan merek Republikorp dan menggambarkan dirinya sebagai penghubung antara pengusaha Uni Eropa dan Indonesia.

Selanjutnya, Hunterbrook kemudian mengaitkan transaksi tersebut dengan bisnis CSG di Indonesia. Di mana, CSG mengumumkan kontrak bernilai miliaran dolar dengan pelanggan yang disebut berasal dari kawasan “Southeast Asia”.

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Akan tetapi, Hunterbrook menduga pelanggan yang dimaksud sebenarnya terpusat pada Indonesia. Nilai kesepakatan CSG yang dikaitkan dengan pelanggan tersebut sejak IPO disebut dapat mencapai USD2,8 miliar.

“Nilai kesepakatan yang diumumkan CSG terkait pelanggan ini sejak IPO bisa mencapai hingga USD2,8 miliar, hampir seperlima dari total backlog pesanan CSG per tahun lalu, yang mengindikasikan bahwa portofolio pesanan CSG mungkin tidak seberagam kelihatannya,” tulisnya.

Hunterbrook menyebut transaksi tersebut disalurkan melalui Republikorp sebagai perantara.

Laporan itu juga mencatat sejarah bisnis CSG di Indonesia yang pernah diwarnai kontroversi, termasuk tuduhan suap dan penggelembungan harga. Salah satunya terkait kesepakatan 2023 senilai USD792 juta untuk transfer 12 jet tempur bekas Qatar kepada Kementerian Pertahanan Indonesia.

Sebuah media Indonesia saat itu menuduh kesepakatan tersebut mengandung kickback bernilai jutaan dollar AS kepada Menteri Pertahanan ketika itu, Prabowo Subianto. Tim kampanye Prabowo membantah tuduhan tersebut. Kesepakatan tersebut kemudian dibatalkan setelah mendapat sorotan publik.

Hunterbrook juga menyebut telah meminta tanggapan CSG mengenai apakah pembayaran 17,9 juta euro dalam transaksi Vývoj Martin diberikan kepada Bin Omar. Namun, menurut Hunterbrook, CSG tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar yang disampaikan berulang kali.

“Dan Republikorp, satu-satunya saluran bagi jalur penjualan berskala besar tersebut, tampaknya memiliki keterkaitan dengan RDBSG, pihak lawan transaksi misterius yang mungkin meraup keuntungan sangat besar saat CSG membeli kembali Vývoj Martin,” tutupnya.

0 Komentar