Prabowo Teriakkan "Free Palestine" Tiga Kali di Gontor, Kenakan Keffiyeh Sambil Usap Air Mata

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jaw
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). (Dok. BPMI Setpres)
0 Komentar

SUASANA haru dan bergemuruh menyelimuti puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara lantang meneriakkan “Free Palestine” sebanyak tiga kali usai menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Sapaan khusus kepada Dubes Palestina tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dan sorak-sorai dari ribuan santri, alumni, serta tamu undangan yang memadati arena acara. Setiap kali Presiden Prabowo meneriakkan “Free Palestine”, ribuan hadirin secara serentak membalas seruan yang sama.

Momen Haru Penyerahan Keffiyeh

Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah

Suasana semakin emosional ketika Duta Besar Palestina berlari menuju panggung utama untuk menghadirkan dan mengalungkan selendang keffiyeh kepada Presiden Prabowo. Kedua tokoh tersebut kemudian berpelukan di atas panggung di tengah sorotan ribuan pasang mata.

Presiden Prabowo kemudian mengenakan selendang keffiyeh tersebut selama melanjutkan sisa pidato dan rangkaian acara. Di sela-sela pidatonya, Kepala Negara bahkan sempat tampak mengusap matanya sambil menundukkan kepala menggunakan keffiyeh pemberian tersebut, sebelum kembali menyerukan “Free Palestine” dua kali yang kembali disambut gemuruh audiens.

Seruan Membangun Kekuatan Nasional untuk Bantu Palestina

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mutlak harus menjadi bangsa yang kuat secara mandiri agar memiliki kapasitas nyata dalam membantu masyarakat dunia yang tertindas, termasuk rakyat Palestina.

“Karena dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain,” ujar Prabowo di hadapan para kiai, ulama, dan pendidik.

Menurut Prabowo, penderitaan yang terus dihadapi masyarakat Palestina harus menjadi pemicu bagi institusi pendidikan seperti Gontor untuk mendorong generasi muda belajar bersungguh-sungguh membangun bangsa. Kekuatan nasional ini berkaitan erat dengan kemampuan berdiri di atas kaki sendiri, mengelola kekayaan alam secara mandiri, serta tidak bergantung pada bangsa lain.

Menutup pesannya, Presiden mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk belajar dari lembaran sejarah kelam agar Indonesia tidak pernah lagi jatuh ke dalam cengkeraman penjajahan oleh pihak mana pun.

“Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,” pungkasnya.

0 Komentar