PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kapasitas intelektual dan ketajaman berpikir bagi para pemimpin masa depan Indonesia. Menurutnya, pemimpin Indonesia wajib memiliki pengetahuan yang luas agar mampu menghadapi berbagai tantangan global serta tidak mudah dibohongi maupun dibodohi pihak lain.
“Berpengetahuan luas. Benar. Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodoh-bodohi,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Dalam pemaparannya di hadapan ribuan santri, ulama, dan tamu undangan, Kepala Negara mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup jika seseorang tidak memiliki kepekaan terhadap keadilan. Ia bahkan menyayangkan fenomena segelintir kaum intelektual yang kerap menutup mata terhadap ketidakadilan dan justru membela kepentingan asing.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
“Saya heran, kadang-kadang profesor, tapi enggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing,” kritik Prabowo.
Pentingnya Berpikiran Bebas dan Jiwa Besar
Selain menuntut penguasaan ilmu pengetahuan, Presiden menekankan agar generasi muda Indonesia senantiasa menjaga kemandirian berpikir dan tidak mudah terpengaruh oleh doktrin asing yang merugikan bangsa.
“Berpikiran bebas. Jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita,” tegasnya.
Prabowo juga memotivasi para hadirin untuk memupuk jiwa besar, menghilangkan rasa rendah diri, serta menumbuhkan mental juang yang pantang menyerah sebelum bertempur melawan tantangan zaman.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Danjen Kopassus ini mengaitkan nilai-nilai luhur Panca Jiwa Pondok Gontor—yang mencakup keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan—dengan semangat kebangsaan. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut sejalan dengan visi pemerintah untuk membawa Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, khususnya dalam mewujudkan kemandirian strategis di sektor pangan dan energi.
Rangkaian peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor ini turut ditandai dengan peresmian Balai Pertemuan Pondok Modern serta Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor oleh Presiden Prabowo. Acara tersebut turut didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menlu Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menag Nasaruddin Umar, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
