MASYARAKAT Gorontalo digegerkan oleh suara dentuman keras misterius yang disertai kilatan cahaya terang di langit pada Sabtu (12/9/2026) dini hari. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena tersebut bukan dipicu oleh aktivitas gempa bumi.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, mengatakan sensor BMKG mendeteksi gelombang seismik sekitar waktu masyarakat melaporkan terdengarnya dentuman tersebut.
“Kami memang di jam 00.18 WITA menerima laporan masyarakat terkait adanya suara dentuman keras, dan memang sekitar pukul 00.15 WITA sampai dengan 00.20 WITA, pada alat sensor kami terpantau adanya gelombang seismik yang ditemukan atau dideteksi sehingga memicu adanya getaran di jam tersebut,” kata Andri di Gorontalo, Sabtu, dikutip dari ANTARA.
Baca Juga:Dokumen Rahasia Pembunuhan JFK: Misteri Lama, Operasi CIA, hingga Terselipnya Nama IndonesiaIdentitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan Pemerintah
Namun, berdasarkan analisis BMKG, gelombang yang terekam tersebut bukan berasal dari aktivitas gempa bumi tektonik maupun vulkanik.
BMKG hingga kini juga belum dapat memastikan sumber dentuman keras tersebut.
Andri mengatakan pihaknya menerima rekaman kamera pengawas (CCTV) dari masyarakat yang memperlihatkan kilatan cahaya terang sekitar waktu kejadian.
“Sementara pada unggahan CCTV kiriman masyarakat, data tersebut dapat dibenarkan sebab dilengkapi informasi jam dan waktu kejadian. Namun, yang kami terima hanyalah terlihat seperti cahaya terang atau kilatan cahaya yang cukup terang kemudian tampak kelap-kelip sampai meredup,” katanya.
Terkait dugaan bahwa dentuman tersebut berasal dari meteor, Andri mengatakan BMKG belum memiliki data yang cukup untuk memastikannya.
Menurut dia, diperlukan data visual maupun material yang menunjukkan ciri-ciri meteor jatuh untuk menyimpulkan sumber dentuman tersebut berasal dari meteor.
“Sejauh ini tidak ada data terkait itu maupun analisis yang dilakukan menyangkut peristiwa suara dentuman keras tersebut berasal dari meteor jatuh,” katanya.
Baca Juga:Prabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat PenekanApa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?
BMKG juga belum menerima informasi maupun menemukan petunjuk mengenai adanya material benda yang jatuh di wilayah Gorontalo.
Informasi yang diterima dari masyarakat masih beragam, antara lain dugaan sumber dentuman berasal dari wilayah Gorontalo Utara, Bone Bolango, maupun Dulamayo di Kabupaten Gorontalo.
“Kami belum dapat memastikan suara itu apa, namun koordinasi dengan pihak terkait, seperti TNI Angkatan Udara, terus dilakukan,” kata Andri.
