PENYELENGGARAAN Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 di kawasan Balai Kota Surabaya pada Minggu (4/10/2026) tidak hanya sukses menarik antusiasme nyaris 11 ribu pelari dari berbagai daerah dan mancanegara, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang masif bagi Kota Pahlawan.
Berdasarkan kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEP FEB) Universitas Airlangga, perputaran aktivitas ekonomi dari ajang yang memasuki tahun ketiga ini mencapai Rp74,78 miliar.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Unair, Atik Purmiyati, mengungkapkan bahwa perputaran tersebut berasal dari pengeluaran peserta dan panitia untuk akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga kebutuhan operasional.
Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM
Selain itu, ajang ini diperkirakan memberikan kontribusi sebesar Rp41,47 miliar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya.
“Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja,” ujar Atik.
Besarnya lonjakan ekonomi ini didorong oleh tingginya partisipasi peserta luar daerah yang mencapai 38,89 persen (sementara 61,11 persen sisanya berdomisili di Surabaya). Kehadiran ribuan pelari luar kota secara langsung mengerek tingkat okupansi hotel, memadati sektor transportasi, serta mendongkrak transaksi pelaku UMKM kuliner lokal.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut baik kesuksesan perhelatan ini dan mengapresiasi dampak positifnya bagi sektor riil di Surabaya.
“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya,” kata Eri, yang berharap penyelenggaraan tahun depan dapat diperpanjang durasinya menjadi dua hari.
Dihentikan Demi Keselamatan Akibat Suhu Ekstrem
Ajang yang mempertandingkan kategori Full Marathon (42,195K), Half Marathon (21K), 10K, 5K, hingga Kids Dash ini sempat berjalan lancar pada sesi pagi buta. Saat flag-off kategori Full Marathon pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen.
Namun, menjelang siang hari, indikator Wet Bulb Global Temperature (WBGT) melonjak tajam hingga menyentuh kisaran 42–44 derajat Celsius dan sempat menembus angka 48 derajat Celsius. Berdasarkan rekomendasi tim medis dan demi memprioritaskan keselamatan pelari, panitia akhirnya memutuskan untuk menghentikan perlombaan lebih awal.
