Mensos Akui Ada Kesalahan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, Desil 2 Bisa Jadi 7-8

Gus Ipul dalam konferensi pers di Kementerian Sosial, Selasa (8/9/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Gus Ipul dalam konferensi pers di Kementerian Sosial, Selasa (8/9/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
0 Komentar

Karena itu, keberadaan seseorang dalam kelompok desil tertentu tidak otomatis menjadikannya penerima bansos. Daftar penerima program atau beneficiary registry ditetapkan kementerian atau lembaga yang menjalankan program berdasarkan kebijakan dan kriteria masing-masing.

“Data itu pada dasarnya adalah sebagai social registry atau kita sebut dengan database seluruh masyarakat Indonesia, yang kemudian berisi tentang kondisi sosial dan ekonomi seluruh masyarakat Indonesia. Ini yang kita sebut dengan social registry, dan tentunya data ini bukan beneficiary registry atau dengan kata lain data bukan data penerima bantuan,” jelas Amalia dalam kesempatan yang sama.

Amalia mengatakan data sosial ekonomi tersebut digunakan kementerian dan lembaga sebagai dasar untuk menentukan intervensi sesuai kebijakan masing-masing.

Baca Juga:Identitas Baru untuk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Mulai 20 Oktober, Ini Alasan PemerintahPrabowo Kritik Dinamika Geopolitik Global Kerap Jadi Instrumen Perdagangan Internasional Sebagai Alat Penekan

“Jadi daftar bantuan ataupun beneficiary registry atau daftar bantuan penerima program itu ditentukan oleh masing-masing menteri terkait sesuai dengan kebijakannya masing-masing,” ujarnya.

Dia mencontohkan, penerima program tidak otomatis mencakup seluruh masyarakat yang berada dalam desil tertentu. Untuk program tertentu, kementerian dapat menjadikan desil sebagai salah satu kriteria dan menambahkan persyaratan lain untuk menentukan penerima.

“Contohnya, Kementerian Sosial kemudian menerapkan kebijakan-kebijakan desil 1 sampai 2, tetapi daftarnya kan tidak seluruh penduduk desil 1-2 dimasukkan. Ada kriteria-kriteria lain lagi yang diterapkan untuk kemudian menentukan daftar penerima program ataupun bantuan,” kata Amalia.

Karena itu, BPS meminta masyarakat membedakan data kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan daftar penerima bantuan.

“Kita perlu membedakan antara social registry dan beneficiary registry,” ujar Amalia.

Desil Merupakan Pemeringkatan Dinamis

Amalia menjelaskan desil merupakan pemeringkatan relatif yang menggambarkan posisi kesejahteraan sebuah keluarga dibandingkan keluarga lainnya dalam data. Pemeringkatan tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah ketika kondisi sosial ekonomi masyarakat berubah.

“Selain itu kami juga ingin menyampaikan bahwa desil ini adalah pemeringkatan relatif yang sifatnya dinamis, artinya bisa berubah-ubah setiap saat,” kata Amalia.

Baca Juga:Apa Maksud Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Nonaktif Ini Paparkan Harta Kekayaan di Persidangan?Heboh Video Budi Arie Bicara Percepatan Pemilu di Depan Jokowi, Projo Buka Suara

Dia mencontohkan seseorang yang sebelumnya berada dalam kondisi ekonomi lebih baik dapat mengalami perubahan drastis setelah rumah dan harta kekayaannya hilang akibat bencana.

0 Komentar