Mengapa Benjamin Netanyahu Sebut Inggris 'Republik Islam Britania'?

Benjamin Netanyahu
Benjamin Netanyahu
0 Komentar

PERDANA Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini menyebut Inggris sebagai “Republik Islam Britania”. Ucapan itu merupakan sindiran Netanyahu terhadap sekutu historis Israel tersebut. Apa maksud Netanyahu dan mengapa ia mengatakannya?

Menukil Al Jazeera, Netanyahu mengucapkan sindiran itu dalam sebuah siniar (podcast) yang dipandu Melech Bliter Haim. Siniar itu ditayangkan pada Kamis (13/8/2026).

Ucapan “Republik Islam Britania” disampaikan Netanyahu ketika berbicara tentang pemberitaan media Inggris terhadap Israel. Menurutnya, media Inggris saat ini telah menerbitkan laporan yang buruk terhadap Israel.

Baca Juga:Korban Tewas Gempa M 7,4 Kolombia Kini 111 Orang 1.575 Rumah RusakPemkab Cirebon Resmikan Fasilitas KDKMP: 116 Koperasi Desa Siap Beroperasi Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Netanyahu kemudian menyebut penulis Inggris bernama Randolph Churchill. Menurutnya, Churchill merupakan penulis di masa lalu yang patut ia puji karena memberitakan hal “positif” tentang Israel selama Perang Enam Hari pada 1967.

“Sekarang carilah hal semacam itu di Inggris, [wilayah] yang sudah bisa Anda sebut sebagai Republik Islam Britania,” katanya.

Sindiran Netanyahu itu tampaknya merujuk pada pernyatan JD Vance di masa lalu. Pasalnya, Netanyahu melanjutkan obrolannya di siniar dengan mengungkapkan hal serupa.

“Seseorang mengatakan bahwa republik Islam pertama dengan senjata nuklir adalah Republik Islam Britania,” tutur Netanyahu.

Pernyataan yang disampaikan Netanyahu itu seragam dengan pernyataan Vance pada 2022 lalu. Kala itu, Vance menyebut Inggris mungkin akan menjadi “negara Islamis” pertama yang memiliki senjata nuklir.

Sementara itu, dalam siniar, Netanyahu memberikan konteks pernyataannya tersebut dengan agenda perang melawan Iran. Politikus sayap kanan ini mengatakan dirinya tidak akan membiarkan Iran jadi negara Islam dengan senjata nuklir.

“Kami memastikan tidak akan ada lagi kejadian serupa di sini, di Iran,” katanya.

Pernyataan PM Benjamin Netanyahu Dikecam

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Usai siniar itu ditayangkan secara daring, pernyataan Netanyahu itu dengan cepat menuai polemik. Ucapannya dikecam, tak hanya dari publik non-Yahudi, tetapi juga dari para pemimpin umat Yahudi sendiri.

Beberapa di antaranya adalah Rabby Charley Baginsky dan Rabbi Josh Lev. Keduanya merupakan pemimpin Gerakan Yudaisme Progresif yang berbasis di Inggris.

“Pada saat antisemitisme, kebencian anti-Islam, dan perpecahan sosial menyebabkan ketakutan nyata di seluruh negeri kita, bahasa seperti ini berbahaya dan tidak bertanggung jawab,” kata keduanya melalui pernyataan bersama.

0 Komentar