Ceuta Membara: Migrasi Massal atau Permainan Geopolitik?

Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol un
Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol untuk mengerahkan militernya untuk memulihkan perbatasan.
0 Komentar

AS juga ikut berkomentar. Departemen Luar Negeri AS mengatakan insiden itu adalah akibat langsung dari kebijakan migrasi Spanyol.

Presiden Donald Trump menyebut situasi itu sebagai ‘bencana’ dan mengatakan hal itu tampak seperti invasi ke suatu negara oleh ratusan ribu orang.

Perdebatan soal Peran Israel dan Amerika Serikat

Krisis di Ceuta memang mereda, namun ketegangan diplomatik belum. Politikus Spanyol kini menuding ada keterlibatan Amerika Serikat dan Israel di balik masalah itu.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Dilansir Anadolu Agency dan The Times of Israel, tudingan itu mencuat usai Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, dan Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, saling melontarkan sindiran terkait masalah migrasi ilegal di Ceuta. Hubungan Spanyol dan Israel memang sedang panas terkait masalah Gaza, Palestina.

Danon menuduh Spanyol telah berulang kali mengkritik Israel. Dia menyebut Spanyol kini mendeklarasikan keadaan darurat di Ceuta terkait krisis migrasi.

“Spanyol, yang tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menggurui Israel, telah mendeklarasikan keadaan darurat di Ceuta menyusul krisis terkait kebijakan imigrasinya,” tulis Danon di X.

“Mungkin sebelum terus menggurui kita, sudah saatnya mereka menjelaskan kepada dunia mengapa mereka masih mempertahankan kantong-kantong kolonial di Afrika,” tambahnya, merujuk pada wilayah Spanyol Ceuta dan Melilla di pantai Mediterania Maroko.

Puente menanggapi tulisan Danon di X dengan menulis ‘Yah, semuanya tampaknya menjadi cukup jelas’.

Meski Puente tidak menjelaskan lebih lanjut, pernyataannya secara luas ditafsirkan sebagai tanggapan terhadap kritik Danon dan muncul di tengah meningkatnya perdebatan politik di Spanyol tentang krisis migrasi dan peran Israel dalam politik regional. Mantan anggota parlemen Madrid yang kini Pengamat Politik di Spanyol, Carolina Alonso, menuduh Israel berusaha untuk melemahkan pemerintah Spanyol sebagai pembalasan atas sikap Madrid terhadap perang di Gaza.

Alonso juga membagikan unggahan tentang seruan beberapa politisi Italia untuk menangguhkan keanggotaan Spanyol dari wilayah Schengen. Alonso mengklaim upaya tersebut dilakukan ‘melalui Maroko, dengan dukungan Israel’ serta sayap kanan Spanyol dan Eropa.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

Dia mengungkit kunjungan PM Spanyol Pedro Sanchez baru-baru ini ke Aljazair. Kunjungan Sanchez itu merupakan yang pertama dalam 4 tahun setelah hubungan memburuk pada tahun 2022 ketika Spanyol meninggalkan netralitasnya yang telah lama dipegang mengenai Sahara Barat dan mendukung klaim kedaulatan Maroko atas wilayah yang disengketakan tersebut.

0 Komentar