Pindah dari Luar ke Dalam

Pindah dari Luar ke Dalam
Rocky Gerung (Antara)
0 Komentar

ADA kalimat lama yang tiba-tiba hidup lagi minggu ini. Kalimat itu keluar dari mulut Rocky Gerung di acara Rakyat Bersuara, iNews TV, ketika Muhammad Qodari masih menjabat Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Rocky bilang Qodari dan kawan-kawannya bodoh, lalu menambahkan sendiri: mau dibilang apa, separuh bodoh?

Pemandu acara, Aiman Witjaksono, menegurnya. Rocky pun menghaluskan kalimatnya. Katanya, Qodari kurang punya kemampuan berpikir untuk pendekatan yang ia pakai. Alasan Rocky: Qodari tidak membedakan public relations dari mengolah opini publik.

Lalu Jumat, 2 Oktober, Rocky Gerung dilantik jadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Sekretarisnya siapa? Muhammad Qodari.

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Warganet cepat menangkap ironinya. Ada yang bilang rivalitas keduanya telah berakhir. Ada yang bilang akal sehat sudah tamat. Tapi mari kita tunda tertawa dulu, karena yang menarik bukan lelucon itu, melainkan pembelaan Rocky sendiri.

Usai pelantikan, ia menjawab wartawan dengan santai. Katanya tidak ada alasan untuk menolak tawaran Presiden. “Saya cuma pindah dari luar ke dalam,” katanya. “Sikap saya tetap, pandangan saya tetap, radical break.”

Lalu ia membuat pembedaan yang khas Rocky. Fungsi dewan ini kritis, bukan kritik. Kritik itu di ruang publik. Kritis itu menimbang kebijakan dari dalam. Wantimpres juga, katanya, berkedudukan etis, bukan teknis. Tugasnya memonitor situasi politik dan kebudayaan, melihat apakah kebijakan sejalan dengan visi yang dijanjikan Presiden. Soal harian yang konkret bukan urusannya. Keputusan akhir tetap di tangan Presiden. Ia bahkan membandingkannya dengan komite pengawas di perusahaan.

Secara logika, kalimat itu rapi. Dan tidak bisa dibilang Rocky berbohong, karena ia memang tidak pernah bilang tidak mau masuk pemerintahan.

Tapi ada yang berubah, dan itu yang perlu dihitung. Di luar, senjata Rocky adalah suara. Ia bicara di televisi, di kanal YouTube, di panggung diskusi, dan tekanan publik itulah kekuatannya. Di dalam, senjatanya jadi akses. Ia bisa duduk satu meja dengan Presiden. Tapi suaranya kini harus lewat pintu yang dijaga, dan pintu itu dijaga oleh sekretaris dewan, yang menurut pemberitaan bertugas mengoordinasikan seluruh agenda dan masukan anggota. Orangnya sama dengan yang dulu ia sebut bodoh.

0 Komentar