Pindah dari Luar ke Dalam

Pindah dari Luar ke Dalam
Rocky Gerung (Antara)
0 Komentar

Seorang akademisi, Asratillah, menyebutnya dilema intelektual: antara produsen kritik dan produsen legitimasi. Saya setuju dengan rumusan itu. Presiden mendapat sesuatu yang berharga dari penunjukan ini, yaitu bukti bahwa dewannya mampu menampung suara yang paling keras sekalipun. Itu hal yang sah dan cerdas secara politik. Tapi legitimasi itu baru adil kalau Rocky juga mendapat sesuatu: nasihat yang benar-benar didengar.

Dari luar, reaksi terbelah. Akbar Faizal menyambut dengan senang, dengan sedikit pesan. Dedy Nur Palakka justru meragukan taring kritisnya. Ada pula pengamat yang mencatat bahwa dewan ini diisi banyak tokoh era Jokowi, sehingga “radical break” yang diucapkan Rocky akan sulit terjadi. Suara.com mengaitkan penunjukannya dengan dukungan terbuka Rocky pada program Makan Bergizi Gratis. Saya tidak bisa memastikan itu yang jadi pertimbangan Istana. Itu tafsir media, bukan pernyataan resmi.

Satu hal lagi, sedikit lebih jauh dari soal Rocky. Wantimpres hanya memberi pertimbangan. Presiden boleh mengikuti, boleh juga tidak. Maka ukuran keberhasilan Rocky bukan seberapa tajam kalimat yang ia ucapkan di depan kamera sesudah pelantikan. Ukurannya sederhana: dalam lima tahun ke depan, adakah satu keputusan pemerintah yang berubah karena nasihatnya? Dan kalau ia tidak setuju dengan sesuatu, apakah ia akan tetap diam, atau berani mengatakannya dengan jelas?

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Soal Qodari, saya kira urusannya lebih ringan. Perselisihan antara dua orang yang sama-sama pintar bicara biasanya selesai di meja rapat, asal agendanya jelas. Yang sulit adalah menjaga agar perbedaan pendapat tidak berubah jadi basa-basi.

Dulu Rocky memberi nasihat dari luar, dan siapa pun boleh mendengar atau tidak. Sekarang ia memberi nasihat dari dalam, dan hanya satu orang yang wajib mendengar.

Itu yang harus ia buktikan: bahwa suara yang dulu lantang di luar masih bisa terdengar di ruangan yang lebih sempit.

Penulis: Bondhan W

0 Komentar