Ceuta Membara: Migrasi Massal atau Permainan Geopolitik?

Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol un
Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol untuk mengerahkan militernya untuk memulihkan perbatasan.
0 Komentar

“Uni Eropa tidak mampu menoleransi reaksi egois, memecah belah, dan melanggar hukum seperti ini,” katanya.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan dirinya telah berbicara dengan Sanchez. Dia mengatakan Inggris ‘memberikan bantuan sebisa mungkin’.

Sebagai informasi, terjadi kekacauan pada Kamis (30/7) di Ceuta ketika kontrol perbatasan di wilayah Afrika Utara itu tampaknya gagal. Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan situasi di Ceuta hampir kembali normal.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

“Hampir semua telah meninggalkan Ceuta. Situasinya hampir sepenuhnya berbalik,” katanya sambil menambahkan bahwa bisnis-bisnis di Ceuta kini telah dibuka kembali.

Dia mengatakan Spanyol telah mulai membangun penghalang maritim untuk mencegah masuknya migran ilegal lebih lanjut. Saat situasi di lapangan mereda, dampak politik dan diplomatik masih terasa di Madrid dan ibu kota Eropa lainnya.

Salah satu reaksi yang disorot ialah keputusan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni yang menangguhkan perjanjian zona Schengen dengan Spanyol selama sebulan. Dia juga menulis ‘imigrasi yang tidak terkendali’ semacam itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Zona Schengen adalah sistem perbatasan terbuka yang mencakup 29 negara Eropa yang telah menghapus kontrol di perbatasan bersama mereka. Spanyol menanggapi dengan memanggil duta besar Italia di Madrid, sementara menteri luar negerinya mengatakan dia mengharapkan ‘solidaritas Eropa dan bukan demagogi partisan’.

Menteri Dalam Negeri Finlandia Mari Rantanen mengatakan dia telah memulai persiapan untuk memulihkan pemeriksaan perbatasan internal ‘jika diperlukan’. Dia juga mendesak ‘semua negara Eropa’ untuk mendukung langkah Meloni.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen juga mendesak Uni Eropa untuk ‘mempertimbangkan semua opsi, termasuk penangguhan kerja sama Schengen’. Prancis telah memperketat pemeriksaan di perbatasannya dengan Spanyol dan mengatakan akan meningkatkan kehadiran polisi di perbatasan.

Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk memperkuat pemeriksaan perbatasan. Pemimpin UE Von der Leyen mengatakan gambar-gambar dari Ceuta ‘tidak dapat diterima’.

Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul

“Kita tidak dapat mengizinkan siapa pun datang ke Uni Eropa tanpa mematuhi aturan kita,” katanya.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan dia ‘mendukung niat Spanyol untuk tidak mengizinkan migran ilegal masuk ke benua Eropa’. Dia juga menuntut agar Maroko ‘segera menerima kembali migran ilegal’.

0 Komentar