Ceuta Membara: Migrasi Massal atau Permainan Geopolitik?

Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol un
Ribuan migran telah mengalir ke wilayah kecil Spanyol Ceuta di Afrika Utara dari Maroko, mendorong Spanyol untuk mengerahkan militernya untuk memulihkan perbatasan.
0 Komentar

SPANYOL menyampaikan kekesalannya terhadap sikap negara-negara Uni Eropa saat ada krisis imigrasi ilegal di wilayah kantong mereka, Ceuta. Spanyol menganggap sejumlah negara Eropa egois.

Dilansir BBC, Minggu (2/8/2026), Spanyol mengutuk reaksi Uni Eropa terkait masuknya sekitar 60.000 migran ilegal dari Maroko ke wilayah kantong Spanyol di Ceuta. Spanyol menganggap reaksi sejumlah negara Eropa egois, memecah belah, dan melanggar hukum.

Para pejabat Spanyol mengatakan hampir semua yang tiba di Ceuta pada 30 Juli telah dikembalikan ke Maroko. Spanyol menyebut korban tewas akibat lonjakan penyeberangan itu berjumlah setidaknya 67 orang.

Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan

Italia untuk sementara menangguhkan perjanjian Schengen bebas perbatasan Uni Eropa dengan Spanyol. PM Italia Giorgia Meloni menyebut situasi di Ceuta ‘mengejutkan’. Finlandia dan Denmark mendukung langkah Italia, sementara PM Ceko Andrej Babiš mendesak penangguhan sementara keanggotaan Schengen Spanyol.

Para menteri dalam negeri Uni Eropa akan bertemu pekan depan melalui konferensi video untuk membahas masalah ini. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez telah menyerukan pertemuan mendesak untuk menegaskan bahwa keamanan perbatasan Eropa adalah tanggung jawab bersama semua Negara Anggota Uni Eropa.

Sebanyak 22 dari 27 negara Uni Eropa telah menyerukan pembicaraan darurat dalam surat terbuka. Mereka merasa ada ‘kekhawatiran serius’ mengenai perkembangan di Ceuta.

Negara-negara tersebut telah mengapresiasi kerja sama erat Spanyol dan Maroko untuk pemulangan migran ilegal dengan cepat. Tetapi, mereka mengatakan konferensi video akan membantu mencapai kesepakatan tentang mobilisasi instrumen Uni Eropa dan dukungan untuk Spanyol dalam memulihkan kontrol di perbatasan dan mencegah penyeberangan tanpa kendali terulang.

Dalam surat kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Spanyol Pedro Sánchez mengatakan dirinya khawatir dengan beberapa pemerintah di Eropa. Dia mengatakan pemerintah Spanyol telah sepenuhnya memulihkan kontrol atas perbatasan dan mencegah ‘pergerakan lebih lanjut tanpa izin menuju Eropa kontinental’ dalam waktu kurang dari 48 jam.

Meski sebagian besar telah menunjukkan ‘dukungan dan solidaritas’, Sanchez mengatakan ada pemerintah di Eropa yang memilih untuk menyerang Spanyol. Dia menuding serangan itu didorong oleh prasangka, berita palsu, ketidaktahuan, atau kepentingan politik. Dia juga menyebut Ceuta bukan bagian dari wilayah Schengen.

0 Komentar