Alonso juga menuduh Amerika Serikat berupaya melemahkan pemerintah Spanyol untuk memperluas pengaruhnya atas Selat Gibraltar dengan alasan bahwa krisis migrasi telah menjadi bagian dari perjuangan geopolitik yang lebih luas. Perdebatan juga melibatkan anggota parlemen Spanyol Gabriel Rufián yang merupakan juru bicara parlemen untuk Partai Kiri Republik Catalonia (ERC).
Dia menggemakan klaim di media sosial bahwa krisis migrasi itu melayani kepentingan AS dan Israel. Dia menyerukan konsensus nasional yang luas mengenai masalah ini, alih-alih konfrontasi politik partisan.
Hubungan antara Spanyol dan Israel telah memburuk tajam sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023. Spanyol termasuk di antara negara-negara Eropa yang paling kritis terhadap kampanye militer Israel, mengakui Negara Palestina pada Mei 2024, dan telah berulang kali menyerukan gencatan senjata segera dan akses kemanusiaan yang lebih besar ke Gaza.
Baca Juga:Kebakaran Rumah di Cirebon, Ayah dan Bayi Laki-laki Usia 6 Bulan Ditemukan TewasKasus Kematian Sutrimo: Fakta, Dugaan Kepala Urusan Rumah Tangga Febrie, dan Perkembangan Penyelidikan
Sementara itu, Duta Besar Israel untuk Spanyol, Dana Erlich, mengatakan dirinya memantau situasi di Ceuta. Dia menyebut komentar Danon tidak mewakili Israel.
“Komentar yang dibuat oleh Duta Besar Israel untuk PBB mengenai masalah ini tidak mewakili posisi Negara Israel,” tulis Erlich
