Bocornya Arsip Rahasia Ungkap Kampanye Hitam UEA Targetkan Organisasi Muslim di AS

Bocornya Arsip Rahasia Ungkap Kampanye Hitam UEA Targetkan Organisasi Muslim di AS
Foto ini, yang diambil pada 19 April 2024 di Lausanne, menunjukkan logo perusahaan intelijen swasta yang berbasis di Jenewa, ALP Services. (Foto oleh Fabrice Coffrini / AFP via Getty Images)
0 Komentar

SEBUAH investigasi berdasarkan dokumen rahasia yang bocor mengungkap adanya kampanye pencemaran nama baik (smear campaign) bernilai strategis yang didanai oleh Uni Emirat Arab (UEA) untuk menargetkan berbagai organisasi dan tokoh Muslim terkemuka di Amerika Serikat.

Kampanye ini dirancang khusus guna merusak reputasi mereka melalui tuduhan fiktif atas keterkaitan dengan jaringan Ikhwanul Muslimin.

Laporan yang dirilis oleh Drop Site News pada Jumat (2/10/2026) membeberkan bahwa firma intelijen swasta asal Jenewa, Alp Services, menyewa seorang peneliti asal AS bernama Lorenzo Vidino—yang juga menjabat sebagai kepala Program Ekstremisme di Universitas George Washington—untuk menyusun laporan berjudul “The MB in the US” pada tahun 2018 silam.

“Daftar Hitam” Tanpa Bukti Valid

Baca Juga:Terungkap Gibran Hanya Serahkan Data Kehadiran dan Transkrip Nilai, Bukan IjazahSiapa Agus Sulaiman Mantan Polisi yang Divonis Mati? Berikut Kronologi Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Laporan gubahan Vidino tersebut memuat puluhan nama tokoh individu serta kelompok masyarakat sipil arus utama di AS yang dituding sebagai bagian dari jaringan ekstremis rahasia. Sejumlah organisasi Islam terkemuka yang masuk dalam “daftar hitam” tersebut di antaranya:

  • CAIR (Council on American-Islamic Relations)
  • ISNA (Islamic Society of North America)
  • MPAC (Muslim Public Affairs Council)
  • MAS (Muslim American Society)
  • Islamic Relief USA

Meskipun laporan itu tidak menyertakan bukti hukum yang kuat, dokumen tersebut secara sistematis dijadikan instrumen untuk mendiskreditkan target di tengah upaya lobi UEA agar pemerintah AS menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Operasi Arnica 6 dan Taktik Kotor

Dokumen yang berhasil dikorek oleh media investigasi Mediapart dan konsorsium European Investigative Collaborations mengungkap adanya operasi rahasia berenkode Arnica 6. Rencana kotor ini mencakup sejumlah taktik agresif, antara lain:

  • Penempatan narasi bermusuhan di media massa.
  • Pemberian pengarahan tersembunyi (off-the-record briefing) tanpa atribusi kepada para jurnalis.
  • Penyuntingan negatif pada laman Wikipedia milik tokoh-tokoh target.
  • Penyampaian informasi menyesatkan ke dalam pangkalan data kepatuhan regulasi (compliance database).
  • Lobi politik secara diam-diam.

Atas penyusunan laporan tersebut, Vidino dilaporkan menerima bayaran sekitar 2.000 euro (sekitar Rp34 juta), yang kemudian dikemas ulang oleh Alp Services untuk klien mereka, yakni entitas asal Emirat bernama ARIAF Studies and Research LLC.

0 Komentar