Garansi Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan
Terkait pelaksanaan program MBG, Sudaryono menegaskan bahwa program tersebut adalah “tender politik” Presiden Prabowo yang tidak akan dihentikan atau dibubarkan lembaganya meski dibanjiri kritik dan masalah internal.
Fokusnya saat ini adalah memastikan penyediaan gizi yang aman bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, sekaligus memberikan efek ganda pada perekonomian desa.
Merespons efisiensi anggaran dan operasional di lapangan, Sudaryono membela langkah pelibatan TNI dan Polri dalam distribusi program gizi.
Baca Juga:Prabowo ke TNI, Polri, dan Jaksa: Bintangmu dari Uang Rakyat!Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut Muncul
Sudaryono berkaca dari pengalamannya mendistribusikan 70.000 pompa air di masa paceklik kemarau saat masih menjabat sebagai Wamentan.
Menurutnya, pelibatan aparat menjadi jalan keluar paling logis ketika negara tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk ongkos distribusi. Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat berdebat dengan mahasiswa terkait hal ini.
“Kemarin ada mahasiswa nanya ke saya, ‘Ya sudah kalau gitu tentaranya sama polisinya enggak usah bantu deh.’ Saya jawab, ‘Ya sudah, nanti saya kerahkan mahasiswa enggak pakai gaji, mau enggak?’ Enggak mau, kan?” cerita Sudaryono.
Bagi Sudaryono, hal terpenting bukanlah siapa yang mendistribusikan, melainkan bagaimana program ini bisa terlaksana dengan baik dan mencapai target, anak-anak mendapatkan gizi yang cukup dan aman, serta ekonomi lokal berputar dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak.
Namun, ia memberikan satu syarat mutlak terkait keamanan pangan, merujuk pada rentetan kasus keracunan yang sempat terjadi.
“Semua bahannya itu harus benar. Masalah standar keamanannya juga harus benar. Kita belajar dari faktor keracunan dan lain-lain, itu kan selain cara mengolahnya, ada juga dari bahan bakunya yang barangkali tidak terstandar atau kualitasnya enggak bagus,” tegasnya.
Terkait potensi penipuan atau makelar proyek di lapangan, politikus Gerindra ini memperingatkan dengan keras agar tidak ada pihak mana pun yang berani mencari keuntungan pribadi dengan mencatut namanya.
Baca Juga:Amanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 JuniDraft Tak Resmi Rancangan Kesepakatan Iran-Amerika Serikat Bocor, Teheran Disebut Dapat Kendali Selat Hormuz
“Kalau ada orang yang ngaku-ngaku saudaranya Mas Dar [Panggilan Sudaryono], ngaku keluarga, teman, alumni, kemudian minta atensi, minta perlakuan khusus, minta duit, atau menekan internal kita, silakan laporkan saja ke pihak berwajib. Saya tidak peduli siapa pun itu,” tegasnya.
