Di awal masa kepemimpinannya, Sudaryono berkomitmen untuk terbuka pada kritik dan meminta publik serta awak media turut menjadi pengawas eksternal.
Sudaryono berjanji akan langsung melakukan investigasi jika ada laporan dapur umum yang bermasalah. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mencari sensasi demi keviralan dengan menyebarkan hoaks, fitnah, atau sabotase yang merugikan program pengentasan gizi buruk di Indonesia.
