KORUPSI batu bara disinyalir polisi jadi biang masalah pemadaman listrik bergilir yang ruti terjadi beberapa waktu lalu. Korupsi ini diduga menyebabkan pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mengalami gangguan. Berikut sejumlah fakta yang telah terungkap terkait hal ini.
Kasus dugaan korupsi distribusi batu bara untuk pembangkit listrik milik PLN ini kini tengah didalami oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri. Diduga, korupsi telah memengaruhi kuantitas dan kualitas batu bara yang kemudian berdampak pada pasokan batu bara PLN.
“Terdapat manipulasi kualitas dan kuantitas terhadap batu bara itu sendiri, serta manipulasi pembayaran,” tutur Kabag Ops Kortastipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi pada Selasa (7/7/2026).
Baca Juga:Laporan Intelijen Heboh: Mossad Diduga Sadap Pemerintah AS, Nama Trump Ikut MunculAmanat Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 Resmi BPIP, Lengkap untuk 1 Juni
Menurut Yusuf, praktik manipulasi ini telah membuat mutu pasokan batu bara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN tidak optimal. Akibatnya, batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit cepat habis.
“Yang seharusnya bertahan lama, ternyata hanya cukup untuk waktu singat, kekurangan pasokan ini lah yang menyebabkan blackout,” tutur Yusuf.
Memasuki tahun 2026, Indonesia mengalami pemadaman listrik berulang di berbagai daerah. Yang terparah terjadi pada Mei lalu, ketika Pulau Sumatra mengalami pemadaman total selama dua hari. Pada Juni, sejumlah wilayah di Pulau Jawa juga mengalami pemadaman bergilir yang berulang dan berlangsung berjam-jam.
Akan tetapi, Yusuf belum merinci pemadaman mana yang merupakan dampak dari korupsi ini. Ia hanya menegaskan, korupsi ini tidak terkait pada blackoutSumatra karena terjadi karena gangguan kabel transmisi.
Yusuf menyatakan praktik korupsi batu bara ini terjadi sejak 2018. Periode penyidikan yang tengah dilakukan untuk dugaan korupsi hingga tahun 2024.
“Periode penyidikan kami mulai dari 2018 sampai dengan 2024,” katanya.
Sebagai tambahan informasi, sepanjang periode 2018 hingga 2024 terdapat tiga kali blackout berskala masif di Indonesia. Ketiga peristiwa itu terjadi di Jawa Timur pada 2018, blackout Jawa-Bali 2019, dan blackout Sumatra pada Juni 2024.
Fakta-fakta Kasus Korupsi Batu Bara untuk PLTU
Kasus dugaan korupsi batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini mulai naik tahap penyidikan polisi pada 4 Juli 2026 lalu. Sejak itu, polisi telah mengungkap sejumlah fakta terkait penanganan kasus korupsi ini.
